kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Cek Rekomendasi Saham Sektor Perbankan untuk Senin (19/1)


Minggu, 18 Januari 2026 / 10:31 WIB
Cek Rekomendasi Saham Sektor Perbankan untuk Senin (19/1)
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis) Sejumlah analis memberikan rekomendasi saham emiten perbankkan BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI untuk hari Senin (19/1):


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sektor perbankan menghadapi tahun yang sulit pada tahun 2025 karena sejumlah faktor seperti likuiditas hingga pertumbuhan kredit. Kebijakan makroekonomi menjadi katalis yang mempengaruhi lanskap perbankan di tahun 2026.  

Sejumlah analis memberikan usalan mengenai rekomendasi saham emiten perbankkan untuk hari Senin (19/1): 

1.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 

BCA membukukan pertumbuhan kredit sebesar 7,6% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 944 triliun per September 2025. Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi kredit yang berkualitas, serta terjaganya likuiditas perseroan. Total dana pihak ketiga (DPK) naik 7,0% yoy ditopang CASA sebagai pendanaan inti BCA. Laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 5,7% yoy menjadi Rp 43,4 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.  

Baca Juga: Menanti Kesepakatan Tarif, Begini Proyeksi Rupiah Senin (19/1)

BCA berkomitmen mendukung penerapan teknologi QRIS Cross Border di berbagai negara. Fitur tersebut kini bisa digunakan di sejumlah negara seperti di Jepang menggunakan aplikasi myBCA. Kehadiran beragam fitur serta layanan baru adalah wujud komitmen untuk terus menghadirkan inovasi serta memperluas cakupan produk dan servis sesuai kebutuhan nasabah.  

Rekomendasi: Buy 

Target harga: Rp 10.000 

David Kurniawan, Indo Premier Sekuritas 

2.PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

BRI mengantongi laba bersih sebesar Rp 41,2 triliun per kuartal III – 2025. Sebagai bank dengan fokus pada ekonomi kerakyatan, BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah. BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 130,2 triliun kepada 2,8 juta debitur (setara 74,4% dari total alokasi Rp175 triliun) pada periode Januari sampai dengan September 2025. 

BRI fokus pada dua pilar utama yakni transformasi bisnis funding dan penguatan core business yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pertumbuhan, BRI juga terus mengembangkan “Second Engines of Growth” melalui penguatan segmen konsumer dan pengembangan layanan bullion atau bank emas. 

Rekomendasi: Buy 

Target harga: Rp 5.000

Budi Rustanto, OCBC Sekuritas 

3.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 

Bank Mandiri membukukan laba bank only pada bulan November sebesar Rp 44,15 triliun. Secara bulanan atau Month on Month (MoM), laba bersih bank only bank berlogo pita emas ini tercatat mampu tumbuh 28,7%. Namun, jika dibanding tahun lalu atau year on year (YoY), capain ini turun 6,41%. 

Fokus BMRI tetap pada kualitas pendanaan dan pengelolaan likuiditas yang prudent. BMRI menyiapkan basis pertumbuhan yang sehat melalui penguatan strategi bisnis dan digitalisasi, serta likuiditas, kualitas aset, dan permodalan yang berada pada level yang memadai. Per November 2025, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 13,1% yoy menjadi Rp 1.452 triliun. 

Rekomendasi: Hold

Target harga: Rp 5.300

James Stanley Widjadja, Henan Putihrai Sekuritas dalam risetnya pada 5 Januari 2026 

4.PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) 

BNI membukukan laba bersih Rp 15,12 triliun hingga akhir September 2025. Hingga akhir September 2025, total penyaluran kredit BNI tumbuh 10,5% yoy menjadi Rp 812,2 triliun. Pertumbuhan tersebut tercatat merata di seluruh segmen bisnis, mencerminkan portofolio kredit yang semakin sehat dan berimbang. 

Strategi penguatan kualitas portofolio dan efisiensi pendanaan yang disiplin membuat dilakukan untuk tetap adaptif dalam menghadapi menghadapi volatilitas, sambil terus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Penguatan fundamental, efisiensi pendanaan, serta transformasi digital menjadi pilar utama ketahanan dan pertumbuhan berkelanjutan perseroan.  

Rekomendasi: Buy 

Target harga: Rp 4.700

Victor Stefano, BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya pada 13 Januari 2026

Baca Juga: Prospek Kinerja Siloam (SILO) Dinilai Kian Menarik pada 2026, Ini Rekomendasi Analis

Selanjutnya: Kartu Kredit BNI Pemula: 3 Pilihan Terbaik dengan Limit dari Rp3 Juta

Menarik Dibaca: Bikin Kulit Glowing, Ini 4 Manfaat Buah Kiwi Jika Dikonsumsi Setiap Hari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×