kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

IHSG Berpeluang Tembus 9.000, Cermati Saham Rekomendasi Analis


Selasa, 06 Januari 2026 / 21:30 WIB
IHSG Berpeluang Tembus 9.000, Cermati Saham Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi di level 8.933 pada perdagangan Selasa (6/1/2026), menandakan pasar saham domestik sedang berada dalam fase risk-on yang kuat.

Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai reli IHSG yang mampu mencetak rekor dua kali dalam waktu kurang dari sepekan menunjukkan bahwa sentimen internal saat ini jauh lebih dominan dibandingkan faktor eksternal.

“Aliran dana asing dan ekspektasi pertumbuhan ekonomi domestik menjadi motor utama penguatan IHSG,” ujar Hendra kepada Kontan, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: IHSG Diprediksi Menguat di Perdagangan Hari Pertama 2026, Cek Saham Pilihan Analis

Ia mencatat, net buy asing yang mencapai sekitar Rp 911 miliar menjadi sinyal bahwa investor global masih memandang Indonesia sebagai tujuan investasi yang atraktif di kawasan.

Untuk perdagangan berikutnya, Hendra menilai peluang IHSG menembus level psikologis 9.000 cukup besar, meskipun tetap dibayangi potensi volatilitas jangka pendek.

Secara teknikal, tren kenaikan IHSG dinilai masih sangat kuat dan belum menunjukkan tanda pelemahan berarti.

Dari sisi fundamental, ketahanan rupiah di pasar spot, likuiditas pasar yang tinggi, serta rotasi dana asing ke saham-saham berkapitalisasi besar menjadi faktor utama pendorong.

Namun, Hendra mengingatkan level 9.000 merupakan resistance psikologis penting sehingga potensi aksi ambil untung jangka pendek tetap perlu diantisipasi, terutama jika muncul tekanan dari pasar global atau pelemahan lanjutan harga komoditas energi.

Baca Juga: Telkom Indonesia (TLKM) Masih Hadapi Persaingan Sengit, Cermati Rekomendasi Analis

“Jika level 9.000 berhasil ditembus dan terkonfirmasi secara teknikal, target penguatan IHSG selanjutnya berpotensi mengarah ke kisaran 9.150 hingga 9.300 dalam jangka pendek hingga menengah,” jelasnya.

Proyeksi ini ditopang oleh asumsi berlanjutnya arus dana asing, stabilitas kebijakan moneter domestik, serta pertumbuhan kinerja emiten-emiten berkapitalisasi besar.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×