Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
Hendra menambahkan, selama tidak ada guncangan global yang bersifat sistemik, koreksi yang terjadi diperkirakan bersifat sehat dan terbatas, lebih sebagai fase konsolidasi sebelum kenaikan lanjutan.
Dari sisi sektoral, penguatan IHSG ke depan masih akan ditopang oleh sektor perbankan besar, konsumer, serta saham berbasis investasi dan media.
Sektor perbankan tetap menjadi tulang punggung indeks seiring ekspektasi pertumbuhan kredit dan stabilitas margin bunga. Sementara sektor konsumer mulai kembali dilirik seiring daya beli yang relatif terjaga dan potensi peningkatan konsumsi.
Baca Juga: Kinerja UNVR Diproyeksi Solid pada 2026, Cermati Rekomendasi Analis
Adapun untuk saham pilihan, Hendra merekomendasikan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) sebagai saham investasi dengan target harga di area Rp 1.785.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dinilai menarik untuk strategi spekulatif dengan target jangka pendek di kisaran Rp 2.100. Selain itu, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dapat dimanfaatkan untuk trading buy dengan target sekitar Rp 400, sementara PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) atau SMGA menarik untuk strategi trading jangka pendek dengan target Rp 150.
“Secara keseluruhan, reli IHSG mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi domestik yang masih solid. Level 9.000 menjadi gerbang penting menuju fase kenaikan berikutnya,” pungkas Hendra.
Selanjutnya: Inovasi di CES 2026, Mendorong Kecerdasan Buatan untuk Penggunaan Sehari-hari
Menarik Dibaca: Kebiasaan Hemat di 2026 yang Membuat Keuangan Lebih Aman Tanpa Terlihat Pelit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













