Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 1,17% ke level 8.748,13 pada perdagangan Jumat (2/1) atau hari pertama perdagangan tahun 2026.
Ada kemungkinan tren positif pergerakan IHSG akan berlanjut sepanjang 2026.
Customer Engagement & Market Analyst Department Head BRI Danareksa Sekuritas. Chory Agung Ramdhan, mengatakan, penguatan IHSG di hari pertama perdagangan 2026 merupakan sinyal optimisme dari para pelaku pasar.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Selasa (30/12)
Terlebih lagi, biasanya ada fenomena January Effect yang mampu memberi dorongan pergerakan IHSG pada awal tahun. "Kami melihat penguatan ini didorong oleh optimisme transisi ekonomi global dan domestik yang lebih stabil," ujar dia, Jumat (2/1/2026) malam.
Chory melanjutkan, fokus para pelaku pasar saat ini adalah mengantisipasi rilis laporan keuangan emiten 2025 yang diprediksi cukup solid. Pelaku pasar juga sedang mencermati stabilitas nilai tukar rupiah pasca transisi acuan suku bunga ke IndONIA per 1 Januari 2026.
Di sisi lain, ketegangan akibat perang tarif memang masih menjadi risiko, namun pelaku pasar dinilai lebih sensitif terhadap terhadap kebijakan suku bunga acuan The Fed yang diprediksi akan turun menjadi 3,9% hingga 3,6% sepanjang 2026.
Hal ini akan memberikan ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk tetap akomodatif, sehingga menjadi katalis positif bagi emiten dengan leverage tinggi.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Jumat (2/1)
Chory pun melihat peluang IHSG untuk menembus level psikologis 9.000 sangat terbuka lebar, terutama pada bulan Februari atau Maret 2026 seiring dengan musim pembagian dividen tahunan.
Lantas, Chory memproyeksikan IHSG dapat mencapai level 9.440 pada akhir 2026. Terdapat beberapa asumsi utama yang mendasari proyeksi tersebut.
Pertama, pertumbuhan Earning per Share (EPS) tahun 2026 yang diprediksi sebesar 8% dan valuasi Price to Earning Ratio (PER) 14,2 kali yang sejalan dengan rata-rata 5 tahun untuk kelompok saham fundamental.













