kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

IHSG Berpeluang Menguji Level 5.750 pada Kamis (25/6), Cek Rekomendasi Saham Berikut


Kamis, 25 Juni 2026 / 06:30 WIB
IHSG Berpeluang Menguji Level 5.750 pada Kamis (25/6), Cek Rekomendasi Saham Berikut
ILUSTRASI. IHSG berpeluang untuk menguji level support lebih rendah di kisaran 5.750 pada Kamis (25/6/2026). (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 3,56% ke level 5.883,88 pada perdagangan Rabu (24/6/2026). IHSG berpeluang untuk menguji level support lebih rendah di kisaran 5.750 pada Kamis (25/6/2026).

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pelemahan IHSG masih dipengaruhi oleh sentimen hasil MSCI Annual Market Classification Review.

“MSCI memang masih menetapkan Indonesia sebagai Emerging Market, namun terdapat sejumlah catatan seperti transparansi kepemilikan saham, validitas free float, serta indikasi coordinated trading,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga: Asing Net Sell Jumbo Rp 1,17 Triliun Saat IHSG Ambruk, Cek Saham yang Banyak Dilepas

Di sisi lain, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menambah tekanan di pasar. Nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp 17.997 per dolar AS.

Herditya menjelaskan, tekanan pada rupiah terjadi seiring penguatan indeks dolar AS (DXY) yang dipicu kekhawatiran pasar terhadap sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat yang cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menyebut, respons negatif pasar juga dipicu oleh minimnya katalis positif di tengah ketidakpastian lanjutan dari hasil tinjauan MSCI.

“MSCI masih akan memonitor efektivitas reformasi pasar modal Indonesia. Jika hingga November 2026 tidak ada perubahan signifikan, terdapat peluang penurunan status menjadi Frontier Market,” jelasnya.

Secara teknikal, IHSG telah menembus ke bawah level psikologis 6.000. Indikator MACD menunjukkan pelemahan momentum, sementara stochastic RSI membentuk death cross di area overbought.

Baca Juga: Wall Street Berbalik Naik Rabu (24/6), Kinerja Micron Jadi Sorotan Investor

Alrich menilai kondisi tersebut membuka peluang IHSG untuk menguji level support lebih rendah di kisaran 5.750.

Untuk perdagangan Kamis (25/6/2026), Herditya memperkirakan IHSG berpeluang mengalami technical rebound meskipun masih terbatas, dengan level support di 5.850 dan resistance di 5.930.

Sementara itu, Alrich melihat IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan dengan menguji area 5.750.

Herditya juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, di antaranya BREN pada kisaran Rp 4.100-Rp 4.920, INCO pada level Rp 5.500-Rp 5.925, serta MBMA pada rentang Rp 565-Rp 605.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×