kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Wall Street Berbalik Naik Rabu (24/6), Kinerja Micron Jadi Sorotan Investor


Rabu, 24 Juni 2026 / 21:22 WIB
Wall Street Berbalik Naik Rabu (24/6), Kinerja Micron Jadi Sorotan Investor
ILUSTRASI. Wall Street (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Indeks saham utama Wall Street bergerak menguat dalam perdagangan yang fluktuatif pada Rabu (24/6/2026), setelah mengalami tekanan selama dua sesi berturut-turut.

Investor mencermati stabilisasi saham teknologi sambil menunggu laporan keuangan Micron Technology yang dinilai dapat menjadi penentu arah sentimen pasar terkait kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Cermati Saham-Saham Net Buy Terbesar Asing Saat IHSG Ambruk, Rabu (24/6)

Melansir Reuters pukul 09.59 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 62,08 poin atau 0,12% ke level 51.728,92. Indeks S&P 500 menguat 0,32% menjadi 7.389,25, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,28% ke posisi 25.659,22.

Pergerakan pasar masih dibayangi kekhawatiran terhadap tingginya belanja infrastruktur AI yang didanai utang oleh perusahaan teknologi raksasa atau hyperscalers, serta potensi sikap Federal Reserve yang lebih agresif dalam menahan inflasi.

Kekhawatiran tersebut memicu aksi jual besar-besaran pada awal pekan ini yang menghapus lebih dari US$ 1 triliun nilai pasar indeks Nasdaq 100.

Fokus investor kini tertuju pada laporan keuangan Micron Technology yang akan dirilis setelah penutupan perdagangan.

Sebagai salah satu produsen chip memori terbesar, Micron dianggap sebagai perusahaan yang paling diuntungkan dari gelombang investasi AI yang tengah berlangsung.

Baca Juga: Enam Calon Emiten Bakal Debut di Bursa Saham Lewat IPO, Mana yang Menarik?

Sepanjang tahun 2026, saham Micron telah melonjak lebih dari 268%, meski sempat terkoreksi sekitar 13% pada perdagangan Selasa.

"Pendapatan Micron kali ini sangat penting bagi sentimen pasar. Investor ingin mengetahui seberapa besar biaya pengembangan AI dan apakah investasi tersebut menghasilkan pengembalian yang memadai," kata Chief Investment Officer Northwestern Mutual Wealth Management Company, Brent Schutte.

Saham Micron dan produsen penyimpanan data Sandisk bergerak terbatas setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya.

Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, sebanyak tujuh sektor mencatat kenaikan. Sektor consumer discretionary memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 1%.

Sebaliknya, sektor keuangan menjadi penahan laju kenaikan pasar. Saham Goldman Sachs turun 1,5% sehingga membatasi penguatan indeks Dow Jones.

Baca Juga: Wall Street Bergerak Tipis Rabu (24/6), Investor Tunggu Laporan Keuangan Micron

Investor juga terus memantau perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara masih menyampaikan pandangan berbeda terkait sejumlah isu penting, termasuk insentif ekonomi bagi Iran, pengelolaan Selat Hormuz, serta konflik yang melibatkan Israel dan Lebanon.

Meredanya kekhawatiran terhadap pasokan energi global menekan harga minyak. Harga minyak Brent turun ke level terendah dalam hampir empat bulan setelah semakin banyak kapal tanker meninggalkan Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, Iran telah menyampaikan kepada Washington bahwa tidak ada rencana untuk mengenakan tarif atau biaya tambahan terhadap kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.

Akibatnya, sektor energi dalam indeks S&P 500 menjadi sektor dengan kinerja terburuk pada hari itu setelah turun 2,3%.

Baca Juga: Enam Emiten Bakal IPO di Semester II 2026, Mana yang Menarik?

Meski demikian, optimisme bahwa konflik Timur Tengah akan segera berakhir serta ekspektasi pertumbuhan laba perusahaan yang tetap solid membuat indeks S&P 500 berada di jalur untuk membukukan kinerja kuartalan terbaik dalam enam tahun terakhir.

Pasar juga mulai memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga dua kali hingga akhir tahun setelah Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan komitmennya untuk menekan inflasi.

Pelaku pasar kini menunggu data Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index yang akan dirilis Kamis (25/6).

Indikator inflasi favorit The Fed tersebut diperkirakan naik menjadi 4,1%, lebih dari dua kali lipat target inflasi bank sentral sebesar 2%.

Di tengah ketidakpastian tersebut, J.P. Morgan justru menaikkan target akhir tahun indeks S&P 500 menjadi 7.800 poin. Bank investasi itu menilai pertumbuhan laba emiten dan ketahanan ekonomi AS masih cukup kuat menopang pasar saham.

Baca Juga: Saham Emiten Properti Aguan Anjlok Meski Labanya Melejit, Begini Saran Analis

Pada perdagangan individual, saham Cerebras Systems anjlok 14,5% setelah perusahaan memperkirakan margin laba tahun ini akan lebih rendah dibandingkan kuartal pertama.

Sementara itu, saham FedEx turun 1,3% setelah melaporkan penyusutan margin pada bisnis pengiriman utamanya dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×