Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound kuat pada perdagangan Selasa (3/2/2026). IHSG ditutup menguat 2,52% ke level 8.122,60, disertai dengan munculnya volume pembelian dan pergerakan indeks yang kembali berada di atas MA200.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG masih sejalan dengan sentimen global serta penguatan nilai tukar rupiah.
“IHSG ditutup menguat 2,52% ke 8.122,60 disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun mampu berada di atas MA200. Dari sisi sentimen, penguatan IHSG hari ini juga sejalan dengan mayoritas pergerakan bursa dunia yang menguat dan juga rupiah yang turut menguat,” ujar Herditya kepada Kontan, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: IHSG Mampu Rebound, Sektor Saham Ini Bisa Opsi Bagi Investor
Untuk perdagangan Rabu (4/2/2026), Herditya memproyeksikan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan level support di 8.007 dan resistance di 8.214.
“Pergerakan IHSG masih didukung penguatan emiten-emiten konglomerasi yang kemarin sempat terkoreksi serta harga komoditas emas dunia yang kembali menguat,” tambahnya.
Ia merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, yakni IMPC di kisaran Rp2.510-Rp2.730, INKP di Rp9.375-Rp9.700, serta PANI di Rp9.850-Rp11.175.
Sejalan dengan itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai rebound IHSG turut ditopang sentimen reformasi pasar modal serta bargain hunting pada saham-saham yang sudah terkoreksi dalam.
“IHSG ditutup menguat di level 8.122,60 setelah sempat dibuka melemah. Rebound didorong penguatan bursa Asia, rebound harga komoditas, serta harapan pulihnya pasar modal seiring rencana reformasi, pertemuan otoritas dengan MSCI, dan aksi bargain hunting,” jelas Alrich.
Baca Juga: IHSG Menguat 1,57% ke 8.047 di Sesi I Selasa (3/2), SCMA, BUMI, INKP Top Gainers LQ45
Seluruh sektor mencatatkan penguatan, dengan sektor basic materials menjadi penopang terbesar. Rupiah juga ditutup menguat ke Rp16.754 per dolar AS di pasar spot.
Secara teknikal, Alrich menyebut Stochastic RSI membentuk golden cross di area oversold dan IHSG berhasil kembali bertahan di atas MA200 serta level psikologis 8.000.
“Dengan kondisi ini, IHSG berpotensi berkonsolidasi di kisaran 7.950-8.400,” ujarnya.
Dari eksternal, mayoritas bursa Asia menguat dipicu kesepakatan dagang Amerika Serikat dan India. Harga emas dan perak juga rebound setelah aksi jual masif dua hari sebelumnya.
Untuk perdagangan Rabu (4/2/2026), Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham ASII, ICBP, MAPI, CUAN, dan MDKA.
Baca Juga: Berbalik Arah, IHSG Rebound 1% dan Kembali ke Level 8.000
Selanjutnya: Komoditas Logam Mulia Terkoreksi, Begini Prospeknya di Kuartal I – 2026
Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (4/2) Jabodetabek Hujan Sangat Lebat di Sini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













