kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.305   -3,00   -0,02%
  • IDX 7.276   -102,35   -1,39%
  • KOMPAS100 989   -15,47   -1,54%
  • LQ45 705   -10,66   -1,49%
  • ISSI 264   -3,53   -1,32%
  • IDX30 388   -5,36   -1,36%
  • IDXHIDIV20 477   -5,55   -1,15%
  • IDX80 111   -1,71   -1,52%
  • IDXV30 138   -1,78   -1,28%
  • IDXQ30 124   -1,48   -1,18%

IDX Value30 Tahan Banting di Tengah Gejolak Pasar, Simak Rekomendasi Analis


Jumat, 24 April 2026 / 08:25 WIB
IDX Value30 Tahan Banting di Tengah Gejolak Pasar, Simak Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Di tengah tekanan dan volatilitas pasar saham domestik sepanjang tahun ini, indeks IDX Value30 justru tampil paling resilien dibanding indeks utama lainnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hingga Kamis (23/4/2026), indeks berbasis saham berfundamental kuat dan valuasi murah itu masih mencatat kenaikan 0,43% secara year-to-date (ytd) ke level 139,78, menjadikannya satu-satunya indeks utama yang masih tumbuh di tengah pelemahan pasar luas.

Kinerja tersebut menempatkan IDX Value30 sebagai indeks dengan performa terbaik di antara 14 indeks utama BEI. Kondisi ini kontras dengan indeks lain yang justru terkoreksi cukup dalam. 

Baca Juga: IHSG Ambruk 2,16% ke 7.378, Cermati Saham yang Banyak Dilego Asing, Kamis (23/4)

IDX LQ45 tercatat melemah 15,44% ytd, IDX30 turun 10,06%, dan IDX80 terkoreksi 15,28% ytd.

Bahkan, IDX Value30 juga mampu mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 14,67% ke level 7.378,60 pada perdagangan terakhir.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty, menilai ketahanan IDX Value30 mencerminkan adanya rotasi investor ke saham-saham berfundamental kuat dengan valuasi rendah di tengah ketidakpastian global. 

"Investor cenderung menghindari saham growth berisiko tinggi dan beralih ke saham dengan margin of safety lebih besar," ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Menurut Arinda, saham-saham dengan rasio valuasi rendah seperti price to book value (PBV) dan price to earning ratio (PER), ditambah dividen yang stabil serta arus kas kuat, menjadi pilihan utama investor institusi.

Karakter likuiditas tinggi di konstituen IDX Value30 juga membuat tekanan jual lebih terkendali.

Baca Juga: Intip Saham-Saham yang Banyak Dipungut Asing Saat IHSG Anjlok Kemarin

Ia menambahkan, dalam kondisi pasar bergejolak, saham value cenderung lebih defensif karena memiliki fundamental yang sudah teruji dan tidak terlalu sensitif terhadap ekspektasi pertumbuhan jangka panjang seperti saham-saham growth.

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai penguatan IDX Value30 juga ditopang kinerja positif emiten konstituen, terutama dari sektor energi, pertambangan, bahan baku, perbankan, dan konsumer. 

"Investor mengapresiasi perbaikan fundamental dan valuasi di saham-saham IDX Value30, sehingga dana masuk ke sana," ujarnya.

Ke depan, Nafan menilai prospek IDX Value30 masih berpotensi positif, meski tetap selektif. Tingginya volatilitas global justru dapat menjaga daya tarik saham value karena dianggap lebih stabil dibandingkan saham pertumbuhan.

Baca Juga: Rupiah Anjlok, IHSG Diproyeksikan Lanjut Melemah pada Perdagangan Jumat (24/4)

Arinda menambahkan, potensi aliran dana ke IDX Value30 juga bisa didorong isu peninjauan indeks MSCI yang cenderung menguntungkan saham-saham likuid berkapitalisasi besar. Namun ia menegaskan, kenaikan indeks kemungkinan tidak akan agresif. 

"Sifat saham value itu lebih stabil, bukan yang melonjak tajam," katanya.

Adapun sejumlah saham berkapitalisasi besar diperkirakan tetap menjadi penopang utama IDX Value30, seperti ASII, ADRO, PTBA, UNTR, PGAS, INDF, BBNI, dan INKP.

Sektor energi masih menjadi kontributor dominan, sehingga pergerakan saham seperti ADRO dan PTBA sangat dipengaruhi harga komoditas global.

Baca Juga: IHSG Ambruk 1,27% ke 7.445 Sesi I, Top Losers LQ45: BREN, DSSA, & BRPT, Kamis (23/4)

Di sisi lain, sektor perbankan seperti BBNI berpotensi menopang dari sisi pertumbuhan kredit dan profitabilitas, sementara ASII dan INDF merepresentasikan kekuatan konsumsi domestik. 

Secara umum, saham-saham tersebut dinilai tetap menjadi motor penggerak indeks karena memiliki laba positif, skala besar, dan valuasi yang relatif menarik di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×