Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas global melemah dan jatuh ke level terendah dalam lebih dari sepekan pada Kamis (23/4/2026), seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi dan kekhawatiran inflasi berkepanjangan.
Berdasarkan data perdagangan, harga emas spot turun 0,9% ke level US$ 4.697,06 per ons pada pukul 15.05 EDT, setelah sempat menyentuh titik terendah sejak 13 April di US$4.663,69 per ons.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup melemah 0,6% ke posisi US$ 4.724 per ons.
Tekanan terhadap emas datang dari eskalasi konflik yang melibatkan Iran, yang mendorong harga minyak melonjak. Minyak mentah Brent bahkan diperdagangkan di atas US$ 100 per barel, memperkuat kekhawatiran pasar terhadap inflasi global.
Baca Juga: Emas Melonjak Dipicu Aksi Borong Saat Harga Terkoreksi dan Ketegangan Timur Tengah
Pedagang logam independen Tai Wong menilai gejolak geopolitik menjadi pemicu utama pelemahan emas.
“Kenaikan tajam harga minyak menyeret aset lain, termasuk emas, karena kekhawatiran inflasi meningkat dan prospek suku bunga tinggi bertahan lebih lama,” ujarnya.
Lonjakan harga energi dinilai berpotensi mendorong inflasi, yang pada akhirnya membuat bank sentral, khususnya Federal Reserve AS, menahan suku bunga tinggi lebih lama.
Padahal, meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga justru menekan daya tariknya karena tidak memberikan imbal hasil.
Hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed kemungkinan baru akan memangkas suku bunga setidaknya dalam enam bulan ke depan, memperkuat tekanan terhadap harga emas.
Baca Juga: Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi, Sengketa Greenland Dorong Aset Safe Haven
Selain itu, penguatan dolar AS turut membebani emas karena membuat harga logam mulia ini menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan juga meningkatkan biaya peluang memegang emas.
Di sisi lain, data ekonomi menunjukkan jumlah klaim tunjangan pengangguran di Amerika Serikat (AS) meningkat lebih tinggi dari perkiraan, mengindikasikan mulai terjadinya pelonggaran di pasar tenaga kerja.
Tak hanya emas, logam mulia lainnya juga mengalami tekanan.
Harga perak spot turun 2,7% menjadi US$75,55 per ons, platinum melemah 3,2% ke US$2.008,22 per ons, dan palladium anjlok 5% ke US$1.465,23 per ons, dengan ketiganya sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari sepekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













