kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hore! Indeks S&P 500 dan Dow Jones Pecah Rekor Baru, Didorong Saham Nvidia


Jumat, 23 Februari 2024 / 04:59 WIB
Hore! Indeks S&P 500 dan Dow Jones Pecah Rekor Baru, Didorong Saham Nvidia
ILUSTRASI. Indeks S&P 500 dan Dow Jones Pecah Rekor Baru, Didorong Lonjakan Saham Nvidia. REUTERS/Brendan McDermid


Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - (Reuters) Pasar saham Amerika Serikat (AS) kembali bersorak sorai pada Kamis (22/2) waktu setempat. Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average sama-sama ditutup pada rekor tertinggi, didorong oleh para investor yang memborong saham teknologi dan pertumbuhan, sehari setelah pendapatan dan prospek Nvidia yang luar biasa.

Raksasa chip tersebut meroket setelah memperkirakan pendapatan kuartal pertama mereka melonjak sekitar tiga kali lipat. Lonjakan ini didorong oleh permintaan yang kuat untuk chip AI mereka dan melampaui ekspektasi analis untuk pendapatan kuartal keempat.

Kinerja keuangan Nvidia menjadi ujian utama bagi reli beraroma AI di Wall Street, yang sebelumnya berhasil mendorong indeks S&P 500 melampaui angka 5.000 untuk pertama kalinya bulan ini. Beberapa analis sebelumnya memperingatkan bahwa hasil yang mengecewakan dapat memicu aksi jual besar-besaran di saham teknologi.

Namun, kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrials justru berakhir di rekor tertinggi. Dow Jones bahkan ditutup di atas level 39.000 untuk pertama kalinya.

Baca Juga: BMRI, BBRI & BBCA Teratas, Cermati 10 Saham Net Sell Terbesar Asing, Kamis (22/2)

Berdasarkan data penutupan tidak resmi, Dow Jones Industrial Average naik 456,54 poin atau 1,18% menjadi 39.068,78. Sementara itu, S&P 500 melonjak 105,14 poin atau 2,11% menjadi 5.086,94 dan Nasdaq Composite menambahkan 460,75 poin atau 2,96% menjadi 16.041,62.

"Seperti kata pepatah, 'ke mana Nvidia pergi, ke sana pula dunia mengikuti,'" canda Jack Janasiewicz, kepala ahli strategi portofolio di Natixis Investment Managers Solutions.

Dia mencatat bagaimana kinerja pendapatan Nvidia melampaui ekspektasi pasar yang tinggi, menunjukkan kepada para skeptis bahwa masih ada banyak potensi dalam perdagangan saham AI setelah reli baru-baru ini.

"Kapan saatnya untuk menjual? Mungkin tidak sama sekali. Mungkin masih ada ruang, dan saya senang untuk duduk dan terus menikmati kenaikan ini," tambah Janasiewicz.

Lonjakan kapitalisasi pasar Nvidia pada Kamis bahkan melampaui kenaikan Meta Platforms sebesar US$196 miliar awal bulan ini, yang sebelumnya menjadi kenaikan satu hari terbesar oleh perusahaan mana pun dalam sejarah Wall Street.

Baca Juga: Intip 10 Saham Net Buy Terbesar Asing Saat IHSG Tergelincir pada Kamis (22/2)

Para ahli strategi dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan indeks S&P 500 akan mengakhiri tahun ini di atas level 5.000.

Sebagian besar dari 11 sektor utama S&P 500 mengalami kenaikan, dengan saham teknologi memimpin kenaikan. Indeks pertumbuhan S&P 500 (.IGX) mencatat kenaikan persentase harian terbesar sejak November 2022.

Saham perusahaan lain yang dianggap sebagai penerima manfaat dari dorongan AI juga ikut melonjak. Saham pesaing Nvidia, Advanced Micro Devices (AMD), pemasok komponen server Super Micro Computer (SMCI), dan Arm Holdings (ARM) semuanya melonjak.

Synopsys (SNPS), pembuat perangkat lunak untuk perancang chip, juga melonjak setelah melaporkan pendapatan dan prospek yang melampaui estimasi.

Indeks Semikonduktor Philadelphia (.SOX) turut melonjak, begitu pula saham Big Tech dan saham pertumbuhan seperti Alphabet (GOOGL), Microsoft (MSFT), dan Meta Platforms (META).

Baca Juga: Wall Street Menguat Ditopang Reli Saham Nvidia

Sementara itu, para investor bertaruh pada Juni sebagai titik awal untuk penurunan suku bunga pertama dari Federal Reserve. Wakil Ketua Fed Philip Jefferson mengatakan pada Kamis bahwa dia akan melihat keseluruhan data ekonomi yang masuk untuk menilai waktu yang tepat bagi bank sentral AS untuk mulai menurunkan suku bunga kebijakan acuannya.

Data menunjukkan bahwa jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran secara tidak terduga turun minggu lalu, menunjukkan pasar tenaga kerja yang ketat.

Di tempat lain, produsen vaksin Moderna (MRNA) melonjak setelah mengejutkan investor dengan laba kuartal keempat. Kondisi teknis saham mereka juga menunjukkan prospek bullish.

Namun, saham Rivian (RIVN) dan Lucid (LCID) anjlok setelah perusahaan startup kendaraan listrik tersebut memperkirakan produksi 2024 jauh di bawah perkiraan analis karena perlambatan permintaan.

Oleh David French

(Reporting oleh Amruta Khandekar and Bansari Mayur Kamdar in Bengaluru and David French in New York; Editing by Shounak Dasgupta, Shinjini Ganguli and David Gregorio)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×