kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45716,96   7,60   1.07%
  • EMAS913.000 0,55%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN -0.19%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.21%

Hingga kuartal I-2020, harta duo Hartono Grup Djarum lenyap US$ 12,43 miliar


Jumat, 03 April 2020 / 21:54 WIB
Hingga kuartal I-2020, harta duo Hartono Grup Djarum lenyap US$ 12,43 miliar
ILUSTRASI. Robert Budi Hartono, konglomerat dari Grup Djarum. /Swa-Repro

Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Taipan Budi Hartono dan Michael Hartono Pemilik Grup Djarum paling merana selama adanya kriris korona di Tanah Air. Sebab, harta keduanya lenyap paling banyak dibandingkan kolega sesama taipan yang masuk dalam catatan Bloomberg.

Dalam data https://www.bloomberg.com/billionaires/ pada 3 April 2020 kekayaan Budi Hartono  hilang US$ 6,33 miliar dan hanya tinggal US$ 10,8 miliar year to date (ytd). Sedangkan saudaranya Michael Hartono juga kehilangan harta US$ 6,1 miliar atau tinggal US$ 9,8 miliar.

Baca Juga: Selama krisis corona, duit Prajogo Pangestu lenyap US$ 4,7 miliar

Asal tahu saja, Hartono bersaudara merupakan pemilik Grup Djarum berawal perusaahaan rokok, namun kini Djarum memperluas lini bisnisnya ke sektor properti, perbankan, elektronik, pulp dan kertas, perkebunan, telekonomunikasi hingga yang teranyar merambah industri digital melalui perusahaan modal ventura GDP Venture.

Di lini bisnis perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI), Grup Djarum memiliki PT Hartono Plantation Indonesia. Selain itu, mereka juga mengembangkan bisnis elektronik melalui Polytron. Grup Djarum berencana fokus memproduksi televisi, kulkas, AC dan telepon seluler (ponsel).

Grup Djarum juga memiliki bisnis properti dan perhotelan. Proyeknya antara lain mal Daan Mogot, WTC Mangga Dua, Grand Indonesia dan perumahan Resinda di Karawang, Jawa Barat. Meskipun lini bisnis utama tak melantai di bursa, setidaknya terdapat dua perusahaan Grup Djarum yang menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Bisnis Startup

Generasi Ketiga Djarum Grup dan Disrupsi Digital Victor Rachmat Hartono, Martin Basuki Hartono dan Armand Wahyudi Hartono merupakan tiga sosok yang paling kerap disoroti. Victor merupakan putra sulung Budi Hartono yang kini menjabat sebagai Direktur Operasi PT Djarum. Selain itu, dirinya juga menduduki posisi Presiden Direktur program taggung jawab Djarum Grup, yakni Djarum Foundation.

Sementara itu, Martin memegang bisnis sektor digital lewat perusahaan modal ventura PT GDP Venture yang fokus mendanai perusahaan rintisan alias startup. Adapun Armand saat ini menjabat Wakil Presiden Direktur BCA berdampingan dengan Jahja Setiaatmadja yang memegang peran sebagai Presiden Direktur.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Tag

TERBARU

[X]
×