kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Hartadinata Abadi (HRTA) Optimistis Target Kinerja 2026 Tercapai, Laba Tumbuh 45%


Jumat, 18 September 2026 / 05:25 WIB
Hartadinata Abadi (HRTA) Optimistis Target Kinerja 2026 Tercapai, Laba Tumbuh 45%
ILUSTRASI. Hartadinata Abadi (HRTA) menargetkan kinerja positif di akhir 2026 dengan pendapatan naik 45%-60% dan laba tumbuh 30%-45% (DOK/HRTA)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) optimistis cetak kinerja moencer di sepanjang tahun 2026. HRTA pun mempertahankan panduan kinerja tahun 2026.

Asal tahu saja, HRTA menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 45%–60% secara tahunan (YoY) dan pertumbuhan laba bersih sebesar 30%–45% YoY.

Direktur Investor Relations Hartadinata Abadi Thendra Crisnanda mengatakan, kinerja pada kuartal III-2026 diproyeksikan tetap solid, didukung oleh pertumbuhan volume, bisnis bullion, serta permintaan dari pelanggan institusi.

Baca Juga: Gagal Bayar Kupon, Rating Adhi Karya (ADHI) Dipangkas Pefindo Jadi Selective Default

"Kinerja diproyeksikan tetap solid, didukung pertumbuhan volume, bullion business, dan institutional demand. Guidance 2026 masih dipertahankan, yaitu revenue growth 45% - 60% YoY dan net profit growth 30%–45% YoY," ujar Thendra, kepada Kontan.co.id, Senin (14/9/2026). 

HRTA mencatat pertumbuhan volume yang masih berada di level double digit. Begitu pun dengan average selling price (ASP) yang terus meningkat mengikuti pergerakan harga emas.

Di sisi lain, permintaan perhiasan mulai menunjukkan pemulihan. Mulai September 2026, HRTA kembali melakukan ekspor produk perhiasan ke Uni Emirat Arab (UEA).

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan, HRTA juga terus memperkuat kapasitas produksinya. Perusahaan telah meningkatkan kapasitas produksi dari 48 ton pada 2025 menjadi 60 ton pada 2026.

Peningkatan kapasitas ini tidak hanya diarahkan untuk ekspansi kapasitas produksi, tetapi juga untuk meningkatkan utilisasi dan produktivitas.

Sejalan dengan ekspansi tersebut, Hartadinata telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 60 miliar hingga Juni 2026.

"Hingga Juni 2026, realisasi Capex sekitar Rp 60 miliar, terutama untuk peningkatan kapasitas produksi, refinery/manufacturing, fasilitas penyimpanan emas, dan infrastruktur pendukung," jelasnya.

 

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan, HRTA juga terus memperkuat ekosistem bullion domestik dan hubungan dengan bullion banks serta institutional customers.

Terkait  pengakuan dari London Bullion Market Association (LBMA), Thendra menyebut prosesnya hingga kini masih berjalan. Manajemen menargetkan pengiriman sample final emas fisik untuk proses tersebut pada akhir 2026.

Menurutnya, pengakuan LBMA berpotensi memberikan sejumlah manfaat bagi perseroan, mulai dari peningkatan kredibilitas, akses pasar, sourcing, hingga peluang kerja sama dengan pelanggan institusi.

Memasuki 2027, HRTA akan tetap mengelola volatilitas harga emas melalui model cost-plus. Dengan model tersebut, profitabilitas perseroan lebih dipengaruhi oleh volume dan spread per gram dibandingkan pergerakan harga emas semata.

"Ke depan, perseroan fokus pada institutional market, bullion banks, ETF ecosystem, domestic sourcing, dan manufacturing capabilities," tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×