kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga turun tajam, saham Arkha Jayanti Persada (ARKA) kena suspensi lagi


Rabu, 15 Juli 2020 / 13:23 WIB
Harga turun tajam, saham Arkha Jayanti Persada (ARKA) kena suspensi lagi
ILUSTRASI. Harga saham Arkha Jayanti Persada (ARKA) terkoreksi hingga 86,22% sejak awal tahun.


Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA). Suspensi dilakukan baik di pasar reguler maupun pasar tunai mulai sesi I perdagangan Rabu (15/7) hingga pengumuman bursa lebih lanjut.

Adapun suspensi ini dilakukan karena terjadi penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham berkode ARKA itu.  Mengutip data dari RTI Business pada Selasa (14/7), saham ARKA tercatat turun hingga 6,49% ke level Rp 288 per saham. Adapun koreksi yang lebih dalam juga dialami ARKA pada perdagangan Senin (13/7) hingga 6,67% ke level Rp 308.

Asal tahu saja, pekan lalu ARKA juga dikenai suspensi oleh BEI, tepatnya Jumat (10/7). Suspensi ini juga disebabkan penurunan harga saham kumulatif yang signifikan. Sebagai gambaran, saham ARKA menurun 5,71% ke Rp 330 pada Kamis (9/7). Koreksi lebih dalam terjadi pada dua hari perdagangan sebelumnya, hingga 6,42% pada Rabu (8/7) dan 6,50% pada Selasa (7/7).

Baca Juga: Suspensi dibuka, saham Arkha Jayanti Persada (ARKA) turun 6,67%

"Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan," ungkap Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy dalam pengumuman, Selasa (14/7).

Sekadar informasi, mengutip data dari RTI Business, saham ARKA sudah menurun hingga 17,71% selama sepekan terakhir. Adapun sejak awal tahun emiten yang bergerak di bidang industri manufaktur dan fabrikasi komponen alat-alat berat itu terkoreksi hingga 86,22%.

Baca Juga: 17 dari 46 saham emiten baru tahun ini sudah pernah masuk UMA, apa saja?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×