kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

IHSG Bisa Rebound Hari Ini? Intip Juga Rekomendasi Saham dari Analis


Senin, 21 September 2026 / 05:00 WIB
IHSG Bisa Rebound Hari Ini? Intip Juga Rekomendasi Saham dari Analis
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Reporter: Yasmine Awalia | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,33% ke level 6.441,16 pada akhir pekan lalu, Jumat (18/9/2026).

Analis memperkirakan, IHSG masih dalam fase konsolidasi pada Senin (21/9/2026). Peluang rebound tetap ada. Hanya saja, tekanan dari arus dana asing dan sentimen global diperkirakan masih membayangi pergerakan IHSG.

Akhir pekan lalu, IHSG melemah kendati mayoritas bursa Asia justru bergerak menguat.

Menurut praktisi pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana, hal ini menggambarkan tekanan terhadap IHSG tidak sepenuhnya berasal dari sentimen eksternal. Arus dana asing yang sepanjang pekan mencatat net sell sekitar Rp 2,9 triliun menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan IHSG.

“IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan volatil. Penutupan Jumat di level 6.441 setelah kembali melemah 0,33%, di saat mayoritas bursa Asia justru menguat, menunjukkan bahwa persoalan IHSG saat ini bukan semata-mata berasal dari sentimen eksternal,” ujar Hendra.

Baca Juga: Penutupan Wall Street, Jumat (18/9): Dow Jones Melorot, S&P 500 dan Nasdaq Naik

Hendra menyebut, peluang IHSG mengalami rebound masih terbuka. Namun, penguatan tersebut belum cukup untuk mengindikasikan perubahan menuju tren bullish yang solid.

Sementara itu, pengamat pasar modal sekaligus founder WH-Project William Hartanto menebak, IHSG pada perdagangan Senin ini masih akan bergerak sideways dalam rentang 6.400 hingga 6.512.

Dari sisi teknikal, Hendra melihat, area 6.400 sebagai support awal, sedangkan 6.350 menjadi support penting. Di sisi atas, level 6.500 menjadi area yang perlu ditembus untuk membuka ruang penguatan lebih lanjut hingga 6.550-6.600.

“Selama mampu bertahan di atas 6.350, peluang technical rebound masih terbuka, sedangkan penembusan 6.600 akan menjadi sinyal yang lebih positif bagi perubahan momentum,” ujarnya.

Sentimen Global

Hendra menyebut, sentimen global masih akan menjadi salah satu faktor yang menentukan arah IHSG. Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin membuat pelaku pasar mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat, terutama di tengah perhatian terhadap inflasi.

Di sisi lain, harga minyak yang mulai turun dinilai memberikan ruang bagi pasar. Harga Brent berada di sekitar US$102,68 per barel dan WTI sekitar US$100,08 per barel. Penurunan harga minyak dapat meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global, meski risiko dari konflik dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih perlu diperhatikan.

Dari dalam negeri, pergerakan rupiah di sekitar Rp17.758 per dolar AS, arus dana asing, perkembangan kebijakan suku bunga, serta isu MSCI juga menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG.

Baca Juga: Rupiah Tertekan Tujuh Hari Beruntun, Simak Proyeksinya pada Awal Pekan

Untuk sektor yang dicermati, William menyebut saham-saham pertambangan dan kelompok emiten konglomerasi, khususnya yang berkaitan dengan sosok Haji Isam. Beberapa saham yang disebut antara lain PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU).

Sementara itu Hendra mencermati PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL). Ia menyebut INCO dengan target harga 5.200, MAPI 1.650, MBMA 580, dan MTEL 550.

Keduanya melihat IHSG masih berada dalam fase konsolidasi pada awal pekan. Pergerakan indeks selanjutnya akan bergantung pada kemampuan IHSG mempertahankan area support serta meredanya tekanan jual asing dan perkembangan sentimen global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×