kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Harga nikel melirik US$ 11.000 per metrik ton


Kamis, 15 September 2016 / 17:12 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Hingga pengujung tahun 2016, harga nikel berpeluang menguat. Mengacu situs investing.com pada Kamis (15/9) pukul 16.04 WIB, harga nikel kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) merosot 0,46% dibandingkan hari sebelumnya ke level US$ 9.822,5 per metrik ton. Sepekan, harga nikel meluncur 4,65%.

Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka memproyeksikan, hingga akhir tahun 2016, harga nikel akan melaju hingga level US$ 11.000 per metrik ton. Amunisi bersumber dari keputusan pemerintah Filipina untuk menutup beberapa tambang nikel terbesar di negara tersebut.

Goldman Sachs Inc memprediksi, pasokan nikel pada tahun 2016 akan menyusut hingga ke titik krisis. "Terbatasnya suplai nikel akan membuat harga nikel melambung," terangnya.

Tetap ada tantangan yang patut diwaspadai. Yakni rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atawa The Fed yang saat ini di level 0,25% - 0,5%.

Ibrahim berpendapat, The Fed akan merealisasikan rencananya pada pertemuan Desember 2016. Ini sesuai dengan keinginan The Fed untuk mengerek suku bunga acuan setidaknya sekali pada tahun 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×