kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Harga minyak WTI merambat turun dari level tertinggi


Jumat, 21 September 2018 / 07:22 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak merambat turun setelah mencapai level tertinggi tahun ini pada Rabu lalu. Jumat (21/9) pukul 7.09 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2018 di New York Mercantile Exchange turun 0,18% ke US$ 70,19 per barel.

Dalam dua hari, harga minyak acuan Amerika ini turun 0,82% dari US$ 70,77 per barel. Lonjakan harga pada minyak WTI pertengahan pekan dipicu oleh stok minyak mentah AS yang turun lebih besar daripada prediksi.

Harga minyak brent pun terkoreksi tipis cenderung flat pada awal perdagangan pagi ini ke US$ 78,69 per barel dari harga kemarin US$ 78,70 per barel. Harga minyak acuan internasional ini mencapai level tertinggi pada pekan lalu.

Lewat akun Twitter, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan desakan pada OPEC untuk menaikkan produksi pada pertemuan di Aljazair hari Minggu ini. Pasokan minyak dunia bisa berkurang setelah Trump menerapkan sanksi kepada Iran yang merupakan produsen minyak terbesar ketiga OPEC. Sanksi ini berlaku pada 4 November.

Tariq Zahir, managing member Tyche Capital Advisors mengatakan bahwa pergerakan harga minyak brent sulit menembus US$ 80 per barel yang merupakan support kuat. "Harga minyak tersendat pada kisaran saat ini," kata dia kepada Reuters.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×