kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Harga minyak terkoreksi setelah melonjak lebih dari 2%


Kamis, 27 Juni 2019 / 07:34 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terkoreksi pada hari ini setelah lonjakan tinggi pada perdagangan kemarin. Kamis (27/6) pukul 7.16 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2019 di New York Mercantile Exchange turun 0,84% ke US$ 58,88 per barel.

Kemarin, harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) ini melonjak 2,68% setelah adanya laporan penurunan persediaan minyak komersial yang lebih besar daripada ekspektasi serta rekor ekspor minyak AS.

Harga minyak brent untuk pengiriman Agustus 2019 di ICE Futures pun turun 0,80% pada hari ini ke US$ 65,96 per barel. Kemarin, harga minyak acuan internasional ini melaju 2,21%.

Data Energy Information Administration menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS turun 12,8 juta barel pada pekan lalu, lebih tinggi daripada prediksi analis yang memperkirakan penurunan hanya 2,5 juta barel. Penurunan ini adalah penurunan terbesar sejak September 2016.

Ekspor minyak mentah AS mencapai 3,8 juta barel per hari pada pekan lalu. Ini adalah rekor tertinggi yang melampaui rekor sebelumnya 3,6 juta barel per hari pada Februari lalu. Akibat kenaikan ekspor ini, impor bersih minyak mentah AS turun 1,2 juta barel per hari.

"Banyaknya penarikan stok minyak ini terjadi karena kenaikan permintaan," kata Phil Flynn, analis Price Futures kepada Reuters. Dia menambahkan bahwa dampak produksi OPEC dan Venezuela mulai tampak.

Untuk pergerakan minyak selanjutnya, pasar komoditas akan menunggu pertemuan G20 pekan ini, disusul oleh pertemuan OPEC+ pada 1-2 Juli. OPEC+ akan mendiskusikan arah kebijakan produksi negara-negara eksportir minyak pada semester kedua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×