kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Minyak Tergelincir pada Selasa (27/6): Brent ke US$73,77 dan WTI ke US$68,95


Selasa, 27 Juni 2023 / 17:11 WIB
Harga Minyak Tergelincir pada Selasa (27/6): Brent ke US$73,77 dan WTI ke US$68,95
ILUSTRASI. Kilang minyak mentah


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah tergelincir pada hari Selasa (27/6), menjelang data yang menyoroti selera Amerika Serikat (AS) untuk bahan bakar selama musim panas.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent turun 41 sen atau 0,6% menjadi US$73,77 per barel pada 0916 GMT. Sementara, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 42 sen atau 0,6% menjadi US$68,95 per barel, menghapus beberapa kenaikan sebelumnya.

Kedua kontrak minyak tersebut diperdagangkan dikisaran US$10 per barel sejak awal Mei.

Data inventaris AS dari kelompok industri American Petroleum Institute akan dirilis pada hari Selasa, diikuti oleh data pemerintah pada hari berikutnya. Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan, inventaris AS mungkin turun dalam seminggu hingga 23 Juni.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Tipis, Dibayangi Ketegangan di Rusia

Harga minyak Brent melayang di dekat posisi terendah yang terakhir terlihat di bulan Maret, menunjukkan berkurangnya kekhawatiran tentang krisis pasokan.

Pasar minyak telah mengabaikan bentrokan antara Moskow dan kelompok tentara bayaran Rusia Wagner. Pemuatan minyak Rusia tetap sesuai jadwal.

"Gelombang geopolitik terbaru dengan cepat menjadi tidak berarti dibandingkan dengan pertimbangan ekonomi makro yang terus-menerus," kata Tamas Varga dari PVM.

Ini terjadi meskipun Arab Saudi berjanji untuk memangkas produksi mulai Juli.

Banyak hal bergantung pada apakah permintaan minyak China meningkat di paruh kedua. Perdana Menteri Li Qiang mengatakan, China akan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan permintaan dan memperkuat pasar, tanpa memberikan rincian.

Permintaan bensin global tumbuh sebesar 365.000 bpd secara tahunan (YoY), didorong oleh data bensin AS yang kuat. “Dengan konsumsi tertinggi delapan minggu sebesar 9,4 juta bpd pada minggu 17 Juni,” kata analis JP Morgan dalam sebuah catatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×