kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Harga minyak runtuh setelah sekutu OPEC belum setuju pemangkasan produksi lebih dalam


Jumat, 06 Maret 2020 / 15:26 WIB
ILUSTRASI. Harga minya kembali turun karena kesepakatan pemangkasan produksi belum tercapai


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

Hal ini akhirnya meningkatkan risiko jatuhnya kerja sama yang telah menopang harga minyak mentah sejak 2016. Namun, beberapa analis memperkirakan Moskow pada akhirnya akan menyetujui perjanjian itu.

"Jika Rusia tetap mengatakan tidak, seluruh serikat pekerja bisa runtuh - dan dengan itu setiap perdagangan bilateral baru dan kesepakatan investasi dalam pipa serta pengaruh strategis yang telah dijamin Moskow dengan berpartisipasi dalam perjanjian produksi," kata RBC Capital Markets dalam sebuah catatan penelitian .

"Akan ada serangkaian panggilan tingkat tinggi antara Moskow, Riyadh dan Abu Dhabi untuk menyelesaikan kesepakatan."

Kekhawatiran tentang lingkungan ekonomi makro membanjiri dampak positif dari pemotongan output besar yang diusulkan, kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets.

Baca Juga: Harga minyak merangkak naik, keputusan OPEC+ ditentukan hari ini

Bahkan dengan pemotongan mendalam, Goldman Sachs mengatakan kesepakatan OPEC+ tidak akan dapat mencegah surplus pasar minyak global pada kuartal kedua tahun ini. Nah ini dapat menyebabkan harga minyak terus runtuh dalam beberapa minggu mendatang. 

Bahkan, Goldman Sachs mempertahankan perkiraan harga minyak jenis Brent dapat ke level US$ 45 per barel pada bulan April.

"Pada akhirnya rebound dalam permintaan, bukan pengurangan pasokan, akan menjadi katalis yang diperlukan untuk rebound harga yang berkelanjutan," kata Goldman Sachs.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×