kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Harga minyak naik dipicu prediksi permintaan China


Kamis, 12 Januari 2017 / 15:13 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

SINGAPURA. Harga minyak menanjak didorong oleh ekspektasi pertumbuhan permintaan datang dari China dan tanda-tanda anggota OPEC mulai memangkas produksi, Kamis (12/1). Meski demikian, meningkatnya persediaan minyak AS dan pasokan global yang melimpah masih membayangi pasar.

Mengutip Reuters, minyak Brent berada pada level US$ 55,30 per barel pukul 07.17 waktu London. Atau naik 20 sen dari penutupan terakhir. Sedangkan, minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada level US$ 52,32 per barel atau naik 7 sen.

Pelaku pasar menyebutkan harga minyak mendapatkan dukungan dari rekor penjual mobil China, di man tumbuh 13,7 % antara tahun 2015 dan 2016 dengan total 28 juta kendaraan yang terjual sepanjang tahun.

Rekor penjualan itu mencerminkan naiknya konsumsi bahan bakar China. Impor minyak China akan naik 5,3% menjadi 396 juta ton (sekitar 8 juta barel per hari) pada tahun 2017. China National Petroleum Corporation (CNPC) menuturkan total permintaan minyak mentah akan mencapai rekor 594 juta ton tahun ini (sekitar 12 juta barel per hari).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×