kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Minyak Naik 3 Hari Beruntun, Ada Optimisme Kenaikan Permintaan dari China


Selasa, 25 April 2023 / 08:00 WIB
Harga Minyak Naik 3 Hari Beruntun, Ada Optimisme Kenaikan Permintaan dari China
ILUSTRASI. Harga minyak menguat di tengah optimisme permintaan bahan bakar di China.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak menguat di tengah optimisme permintaan bahan bakar di China. Harga minyak menguat dalam tiga hari perdagangan berturut-turut sejak Jumat (21/4) setelah anjlok dua hari sebelumnya.

Selasa (25/4) pukul 7.45 WIB, harga minyak WTI kontrak Juni 2023 di New York Mercantile Exchange naik tipis 0,05% ke US$ 78,80 per barel. 

Investor optimistis bahwa perjalanan liburan di China akan meningkatkan permintaan bahan bakar di importir minyak terbesar di dunia.

Pekan lalu, kedua kontrak turun lebih dari 5% untuk penurunan mingguan pertama mereka dalam lima pekan terakhir. Penurunan terjadi karena permintaan bensin Amerika Serikat (AS) turun dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Harga Minyak Merosot Lebih dari 1%, Pasar Khawatir Kenaikan Bunga

Pemulihan ekonomi China yang bergelombang setelah pandemi Covid-19 telah mengaburkan prospek permintaan minyak, meskipun data bea cukai China pada hari Jumat menunjukkan rekor volume impor pada bulan Maret.

Pemesanan di China untuk perjalanan ke luar negeri selama liburan May Day mendatang menunjukkan pemulihan berkelanjutan dalam perjalanan ke negara-negara Asia. Tetapi jumlahnya tetap jauh di bawah tingkat sebelum Covid-19 dengan harga tiket pesawat jarak jauh yang melonjak dan tidak tersedia cukup penerbangan.

"Ada banyak optimisme seputar hari libur China terkait dengan permintaan bahan bakar jet, angka asli pertama dalam konstruksi permintaan China," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho kepada Reuters.

Baca Juga: Inflasi Ramadan dan Lebaran 2023 Diramal Sentuh 5%

Ketatnya pasokan karena pemotongan pasokan tambahan yang direncanakan oleh kelompok produsen OPEC+ mulai Mei juga dapat mengangkat harga.

"Pemotongan produksi yang direncanakan oleh aliansi OPEC+ dan prospek permintaan yang kuat dari China dapat memberi dorongan pada harga dalam beberapa hari mendatang", kata analis minyak independen Sugandha Sachdeva.

Ekspor minyak utara Irak juga menunjukkan sedikit tanda-tanda nyata akan segera dimulai kembali setelah sebulan terhenti, Aspek-aspek kesepakatan antara Baghdad dan Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) belum diselesaikan, menurut empat sumber.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×