kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Harga Minyak Mentah Ikut Terseret Turun Pasca Pengumuman Kebijakan Tarif Trump


Kamis, 03 April 2025 / 22:28 WIB
Harga Minyak Mentah Ikut Terseret Turun Pasca Pengumuman Kebijakan Tarif Trump
ILUSTRASI. Harga minyak mentah WTI dan minyak Brent terpantau turun setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor terbarunya. REUTERS/Todd Korol


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak mentah WTI dan minyak Brent terpantau turun setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor terbarunya. 

Berdasarkan Trading Economics, Kamis (3/4) pukul 20.16 WIB, minyak mentah WTI mengalami penurunan harian sebesar 7,4% di level US$ 66,428 per barel. Sejalan, nilai minyak Brent turun 6,79% secara harian di level US$ 69,868 per barel. 

Penurunan harga minyak mentah menyusul pengumuman kebijakan tarif yang diberlakukan Trump untuk negara-negara pengimpornya. Dalam waktu dekat, pasar energi, termasuk minyak mentah, masih berpotensi bergejolak selagi investor memantau tensi perdagangan global.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 1%, Stok Minyak Mentah dan Bahan Bakar AS yang Lebih Ketat

Di samping kekhawatiran potensi perang dagang akibat kebijakan tarif Trump, harga minyak mentah saat ini juga terdorong sentimen negatif dari rencana peningkatan produksi minyak oleh sejumlah negara anggota OPEC+.

Sebelumnya, sebagian negara OPEC+ seperti Rusia, Kazakhstan, dan Iraq dijadwalkan akan memangkas produksinya sebagai penanggulangan kelebihan pasokan minyak mentah dunia. Hal ini sempat menarik tipis harga minyak mentah akibat kekhawatiran berkurangnya pasokan.

Namun rencana tersebut berubah. Dilansir dari Reuters, Kamis (3/4), OPEC+ akan meningkatkan produksi minyak dari 135.000 barel per hari ke 411.000 barel per hari. Peningkatan produksi ini dilandasi fundamental pasar yang sehat dan prospek yang positif.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Tetap Naik Meski Pasokan Meningkat, Ini Sebabnya

Sejauh ini harga minyak mentah telah terdepresiasi hingga 4% akibat kebijakan tarif sebelum OPEC+ memutuskan meningkatkan produksi minyaknya. Kedua sentimen ini membawa momentum bagi penurunan harga minyak mentah dunia.

Harga minyak mentah saat ini hampir menyentuh level terendah dalam 6 bulan terakhir yaitu pada US$ 66,030 per barrel pada 10 Maret 2025. Di waktu yang sama, Brent juga berada di level rendah, yakni US$ 69,280 per barrel.

Pelemahan tersebut pun terjadi salah satunya akibat kekhawatiran dampak kebijakan tarif. Namun harga minyak mentah masih berpotensi mendingin ke depannya. Sebab, kebijakan tarif terbaru Trump tidak berlaku untuk impor minyak.

Selanjutnya: Rusia dan 3 Negara Ini Lolos dari Kebijakan Tarif Trump, Ada Apa?

Menarik Dibaca: 9 Rekomendasi Buah Penurun Gula Darah yang Tinggi dan Terbukti Efektif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×