kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.969   56,00   0,31%
  • IDX 5.669   26,20   0,46%
  • KOMPAS100 732   4,13   0,57%
  • LQ45 557   3,79   0,69%
  • ISSI 197   0,36   0,19%
  • IDX30 316   1,45   0,46%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 83   0,39   0,47%
  • IDXV30 106   -0,47   -0,44%
  • IDXQ30 102   0,35   0,34%

Harga minyak menguat meski ada potensi penurunan permintaan


Selasa, 27 Juli 2021 / 07:28 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak menguat 0,25% dari penutupan perdagangan kemarin.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak menguat pada awal perdagangan Selasa (27/7). Pergerakan harga komoditas energi ini masih stabil dalam beberapa hari terakhir. 

Selasa (27/7 pukul 7.17 WIB, harga minyak WTI kontrak September 2021 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 72,09 per barel. Harga minyak WTI ini menguat 0,25% dari penutupan perdagangan kemarin.

Sedangkan harga minyak brent kontrak September 2021 di ICE Futures berada di US$ 74,71 per barel. Harga minyak acuan internasional ini menguat 0,33% dari penutupan perdagangan kemarin.

Penyebaran varian Delta Covid-19 memicu kekhawatiran permintaan bahan bakar. Tetapi penurunan dibatasi oleh perkiraan bahwa pasokan minyak mentah akan ketat sepanjang sisa tahun ini.

Baca Juga: Harga emas berada di US$ 1.797 per ons troi jelang rapat The Fed

"Risk appetite jelas meningkat secara besar-besaran selama seminggu terakhir dan sama seperti aset berisiko lainnya, minyak mengambil nafas menjelang beberapa hari yang intens," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA kepada Reuters.

Erlam menambahkan bahwa pemulihan kuartal kedua menyebabkan optimisme prospek permintaan minyak selanjutnya. "Gelombang Covid berikutnya adalah risiko penurunan, tetapi tidak sejauh lonjakan sebelumnya," kata dia.

Kasus virus corona terus meningkat selama akhir pekan, dengan beberapa negara melaporkan rekor peningkatan harian dan memperpanjang tindakan penguncian. China, importir minyak mentah terbesar dunia, juga mencatat peningkatan kasus Covid-19.

Baca Juga: Wall Street mencatat rekor baru lagi pada Senin (26/7)




TERBARU

[X]
×