kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Harga Minyak Menguat Hari Ini (7/8), Potensi Tekanan Hingga Akhir Tahun Tetap Ada


Kamis, 07 Agustus 2025 / 18:53 WIB
Harga Minyak Menguat Hari Ini (7/8), Potensi Tekanan Hingga Akhir Tahun Tetap Ada
ILUSTRASI. Harga minyak Brent dan WTI kompak menguat pada perdagangan hari ini (7/8/2025) usai melemah lima hari berturut-turut


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTAHarga minyak mentah berhasil menguat usai terkoreksi selama lima hari berturut-turut. 

Kamis (8/7/2025) pukul 18.16 WIB, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2025 naik 21 sen atau 0,3% ke US$ 67,1 per barel. 

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2025 menguat 0,62% menjadi US$ 64,75 per barel.

Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha mengatakan, hingga akhir tahun masih ada potensi sentimen bearish terhadap harga minyak mentah. Ini termasuk intervensi OPEC+.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Naik, Ada Potensi Tembus US$ 60 per barel di Akhir Kuartal III

“Ada ekspektasi bahwa OPEC+ akan tetap intervensi jika harga melemah di bawah US$ 75 per barel,” tuturnya kepada Kontan, Selasa (5/8/2025).

Lebih lanjut, laporan cadangan mingguan Badan Energi Internasional (EIA) yang lebih tinggi dari ekspektasi juga kerap menekan harga.

"Pasar juga tetap sensitif terhadap data ekonomi global dan komentar dari bank sentral utama,” imbuh Andy.

Ke depan, ia memprediksi katalis perlambatan ekonomi global, peningkatan produksi AS, serta penguatan dolar AS dapat kembali menekan harga minyak.

“Namun, jika OPEC+ masih mempertahankan pemangkasan produksi secara bertahap, untuk menjaga keseimbangan pasar, bisa menjadi katalis positif,” tuturnya.

Andy mencermati, musim dingin ekstrem dan gangguan geopolitik juga bisa meningkatkan harga minyak dunia.

Hingga akhir tahun, ia menaksir harga minyak WTI bisa berada di batas bawah US$ 78 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×