kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Harga Minyak Masih Rentan Terkoreksi pada Tahun 2023, Ini Penyebabnya


Jumat, 14 April 2023 / 04:40 WIB
Harga Minyak Masih Rentan Terkoreksi pada Tahun 2023, Ini Penyebabnya


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Secara historis, harga minyak pernah turun saat krisis yang terjadi di AS pada tahun 2008 – 2009, sehingga hal itu membuat negara produsen minyak utama khawatir.

Hal itu membuat OPEC+ memangkas produksi minyak sampai 3,66 juta barel per hari (bph). “Namun, pemangkasan produksi itu dampaknya tak akan terlalu signifikan dalam membalikkan harga kembali bullish, karena ekonomi AS masih melemah dan terancam resesi,” tuturnya.

Wahyu memprediksi, kebijakan OPEC+ bisa mempertahankan harga minyak di level US$ 70 sampai US$ 90 per barel di tahun 2023.

Jika harga minyak mampu menyentuh US$ 90 per barel dan diimbangi dengan penurunan suku bunga The Fed, harga bisa mencapai di atas US$ 100 per barel.

Baca Juga: Di Atas Harga Batas Pembelian, Jepang Beli Minyak Rusia US$ 70 Per Barel

“Sementara, jika terjadi resesi yang menekan permintaan, harga minyak bisa tertekan di bawah US$ 70 per barel, yaitu di level US$ 40 – US$ 60 per barel,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×