kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.973.000   129.000   4,54%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Harga Minyak Dunia Kembali Mendidih, Begini Prospek Emiten Migas


Rabu, 04 Februari 2026 / 19:55 WIB
Harga Minyak Dunia Kembali Mendidih, Begini Prospek Emiten Migas
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Todd Korol) Emiten-emiten produsen migas tampak lebih percaya diri menatap tahun 2026 seiring pulihnya harga minyak mentah dunia akhir-akhir ini.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten-emiten produsen minyak dan gas (migas) tampak lebih percaya diri menatap tahun 2026 seiring pulihnya harga minyak mentah dunia akhir-akhir ini.

Mengutip situs Trading Economics, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak 9,26% dalam sebulan terakhir ke level US$ 63,33 per barel pada Rabu (4/2) pukul 18.10 WIB. Harga minyak mentah Brent juga menanjak 9,81% dalam sebulan terakhir ke level US$ 67,40 per barel.

Khusus hari ini, harga minyak WTI dan Brent sama-sama menguat tipis 0,12% dan 0,07%.

Di sisi lain, harga gas alam dunia berada dalam tren negatif lantaran terkoreksi 5,24% dalam sebulan terakhir ke level US$ 3,3476 per MMBTU. Namun, hari ini harga gas alam menguat 0,04%.

Baca Juga: Rekor Baru! Permintaan Emas Dunia Tembus 5.002 Ton Sepanjang 2025

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty mengatakan, penguatan harga minyak dunia memberi sentimen positif bagi emiten migas, meski dampaknya cenderung bervariasi di Indonesia. Sebab, mayoritas emiten migas nasional memiliki portofolio yang lebih berat ke komoditas gas bumi dibandingkan minyak mentah. 

Dari situ, efek kenaikan harga minyak mentah lebih terasa bagi emiten dengan porsi produksi minyak atau yang memiliki kontrak penjualan minyak berbasis harga pasar. Sementara itu, emiten yang didominasi aset gas relatif tidak menikmati kenaikan harga minyak secara langsung karena harga gas umumnya lebih terkendali dan berbasis kontrak jangka panjang, atau sering kali terkait kebijakan pemerintah atau formula tertentu. 

"Ketika harga gas global masih melemah, margin emiten gas bisa tertahan meski harga minyak menguat, sehingga kinerja antar emiten migas tidak seragam," ujar dia, Rabu (4/2).

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menambahkan, ketika harga minyak dunia menguat, emiten migas dapat fokus untuk mengoptimalkan produksi sumur eksisting ataupun memproses akuisisi aset migas yang sudah berproduksi.

"Ini strategi paling efisien untuk menangkap momentum margin tinggi tanpa menanggung risiko tinggi eksplorasi baru," kata Wafi, Rabu (4/2).

Wafi menambahkan, prospek kinerja emiten-emiten migas cenderung stabil pada 2026 seiring permintaan energi yang tinggi di Indonesia. Salah satu tantangan utama emiten migas pada tahun ini yaitu akses pendanaan proyek yang semakin ketat. Pasalnya, lembaga keuangan kini lebih selektif menyalurkan pendanaan ke sektor terkait energi fosil.

Alhasil, emiten yang memiliki portofolio seimbang antara migas dan energi terbarukan berpeluang valuasi yang lebih premium.

Sementara itu, Arinda menyebut, prospek kinerja emiten migas pada 2026 secara umum cukup moderat, terutama jika harga minyak bertahan di level ekonomis dan volatilitas relatif terkendali. Namun, selain faktor harga komoditas, tantangan yang perlu diwaspadai emiten antara lain regulasi pemerintah khususnya terkait harga dan alokasi gas domestik, kenaikan biaya operasional, fluktuasi nilai tukar, serta risiko geopolitik dan transisi energi. 

"Emiten migas yang berpeluang unggul pada 2026 adalah yang memiliki diversifikasi portofolio minyak dan gas, struktur biaya rendah, kontrak penjualan yang fleksibel, serta kemampuan menjaga produksi tanpa tekanan utang berlebihan," terang dia.

Arinda pun menilai, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dapat dipertimbangkan oleh investor dengan target harga di level Rp 1.700 per saham.

Di lain pihak, Wafi menyebut saham MEDC, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) punya daya tarik bagi investor dengan target harga masing-masing di level Rp 2.480 per saham, Rp 1.280 per saham, Rp 3.650 per saham, Rp 5.000 per saham.

Baca Juga: Dari Multi Makmur (PIPA) Hingga Narada AM, Penegakan Hukum Pasar Modal Diuji

Selanjutnya: Allianz Life Terapkan Strategi Ini Dorong Kinerja Asuransi Kesehatan pada 2026

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (5/2), Hujan Amat Deras di Provinsi Berikut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×