kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45891,58   -16,96   -1.87%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Minyak Dunia Bersiap untuk Kenaikan Mingguan Keenam, Jumat (4/8)


Jumat, 04 Agustus 2023 / 11:35 WIB
Harga Minyak Dunia Bersiap untuk Kenaikan Mingguan Keenam, Jumat (4/8)
ILUSTRASI. Harga minyak mentah


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia naik untuk hari kedua pada hari Jumat (4/8), menuju kenaikan mingguan keenam. Setelah Arab Saudi dan Rusia, produsen minyak mentah terbesar kedua dan ketiga di dunia, berjanji untuk memangkas produksi hingga bulan depan.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent untuk Oktober naik 10 sen atau 0,1% menjadi US$85,24 per barel pada pukul 03.30 GMT. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk September naik 17 sen atau 0,2% menjadi US$81,72 per barel.

Kedua patokan harga minyak tersebut berada di jalur untuk kenaikan minggu keenam, kenaikan mingguan terpanjang tahun ini. Brent telah naik 15,4% dan WTI 18,2% selama enam minggu terakhir.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 2% Kamis (3/8), Arab Saudi dan Rusia Jaga Pasokan Tetap Ketat

Arab Saudi memperpanjang pemangkasan produksi minyak secara sukarela sebesar 1 juta barel per hari (bph) hingga akhir September. Rusia juga akan memangkas ekspor minyaknya sebesar 300.000 bph di bulan September, kata Wakil Perdana Menteri Alexander Novak.

Komite Pemantau Menteri Gabungan OPEC+ kemungkinan tidak akan mengubah kebijakan produksi minyak secara keseluruhan pada pertemuan hari Jumat, sumber-sumber mengatakan.

Namun pemangkasan oleh Arab Saudi dan komentar-komentar dari Rusia menjelang pertemuan OPEC+ yang krusial telah meningkatkan kekhawatiran mengenai suplai dan mendukung harga.

Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan, Amerika Serikat (AS) akan terus bekerja sama dengan para produsen dan konsumen untuk memastikan bahwa pasar energi mendorong pertumbuhan. AS adalah produsen dan konsumen minyak terbesar di dunia.

Namun, serangkaian data AS terbaru yang menunjukkan pasar tenaga kerja yang ketat dan sektor jasa yang melambat telah memicu beberapa kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi akan mengekang permintaan minyak dan menekan harga lebih rendah, bahkan dengan adanya pengurangan suplai.

Baca Juga: Arab Saudi Resmi Lanjutkan Pemotongan Produksi Minyak 1 Juta Barel, Bisa Lebih Besar

"Dolar yang kuat telah membebani harga minyak mentah dan semua orang ingin tahu apakah pasar tenaga kerja yang panas akan memaksa the Fed untuk mengetatkan kebijakan lebih jauh lagi," kata Edward Moya, seorang analis di OANDA.

Selain itu, penurunan aktivitas bisnis zona euro memburuk lebih dari yang diperkirakan pada bulan Juli dan Bank of England menaikkan suku bunganya ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir pada hari Kamis.

Biaya pinjaman yang lebih tinggi untuk bisnis dan konsumen dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan minyak.

Namun, prospek permintaan yang membaik dan pasokan yang ketat dapat terus mendukung pasar minyak, kata Tina Teng, seorang analis di CMC Markets.

"Data non-farm payroll AS yang akan datang akan menjadi fokus, dan mengarahkan sentimen pasar malam ini," kata Teng.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×