kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.807   -23,00   -0,14%
  • IDX 8.267   135,76   1,67%
  • KOMPAS100 1.168   22,02   1,92%
  • LQ45 840   10,33   1,25%
  • ISSI 295   6,93   2,40%
  • IDX30 435   3,73   0,87%
  • IDXHIDIV20 519   -0,10   -0,02%
  • IDX80 130   2,26   1,76%
  • IDXV30 142   1,06   0,75%
  • IDXQ30 140   0,10   0,07%

Harga Minyak Bergerak Stabil, Didukung Optimisme Rebound Permintaan China


Kamis, 02 Maret 2023 / 07:09 WIB
Harga Minyak Bergerak Stabil, Didukung Optimisme Rebound Permintaan China
ILUSTRASI. Harga minyak terkoreksi tipis dan cenderung stabil pada level US$ 77 per barel pada perdagangan Kamis (2/3) pagi.REUTERS/Pascal Rossignol


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terkoreksi tipis dan cenderung stabil pada level US$ 77 per barel pada perdagangan Kamis (2/3) pagi. Pukul 07.00 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman April 2023 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 77,62 per barel, nyaris stagnan bila dibanding sehari sebelumnya yang ada di level US$ 77,69 per barel.

Mengutip Bloomberg, harga minyak stabil setelah naik dua hari berturut-turut karena optimisme atas rebound permintaan China, yang mengimbangi kekhawatiran atas kebijakan moneter AS yang lebih ketat.

Chief Executive Officer Chevron Corp Mike Wirth mengatakan, naiknya permintaan China dapat membantu mendongkrak harga minyak. 

Baca Juga: Harga Minyak Melemah Lagi, Prospek Ekonomi China Menjadi Sinyal Positif

Sementara itu, Amin Nasser dari Saudi Aramco mengatakan, konsumsi di China masih sangat kuat.

Di sisi lain, pengiriman minyak mentah dari AS naik ke rekor tertingginya pada pekan lalu. Ini menunjukkan permintaan luar negeri yang tinggi. Peningkatan pengiriman ini membantu mengurangi ekspansi stok minyak nasional yang tumbuh kurang dari perkiraan 1,2 juta barel.

Harga minyak sedikit melemah pada tahun ini karena prospek makroekonomi global yang lebih menantang. Federal Reserve mengisyaratkan perlu mendorong suku bunga lebih tinggi untuk mengendalikan inflasi.

Sinyal ini membayangi prospek kenaikan permintaan China setelah pencabutan kebijakan nol Covid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×