kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Harga Gas Alam dan Batubara Tertekan Oversupply, Cek Prospeknya Hingga Akhir Tahun


Jumat, 29 Agustus 2025 / 15:33 WIB
Harga Gas Alam dan Batubara Tertekan Oversupply, Cek Prospeknya Hingga Akhir Tahun
ILUSTRASI. Aktifitas pekerja dengan Bulldozer di gudang terbuka penyimpanan sementara batubara di Jakarta, Jumat (5/6/2015).Harga gas alam dan batubara masih tertekan oleh oversupply global. Analisis tren pasar energi dan prediksi harga hingga akhir 2025.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas energi, khususnya gas alam dan batubara, masih bergerak di bawah tekanan akibat kelebihan pasokan global.

Berdasarkan data Trading Economics, Jumat (29/8/2025) pukul 14.36 WIB, harga gas alam tercatat sebesar US$ 2,9725/MMBTu, naik 0,97% secara harian namun masih turun 2,38% dalam sebulan terakhir. 

Sementara itu, harga batubara berada di US$ 109,55 per ton, melemah 1,79% secara harian dan terkoreksi 5,15% secara bulanan.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tren pelemahan kedua komoditas ini masih dipicu faktor oversupply.

Baca Juga: Harga Logam Industri Menguat Sebulan Terakhir, Begini Prospek Hingga Akhir Tahun

“Permintaan gas alam cenderung musiman. Saat ini permintaan melemah karena musim panas di Amerika Utara relatif lebih adem,” jelasnya kepada KONTAN.

Untuk batubara, menurut Lukman, harga idealnya bertahan di bawah US$ 120 per ton, sejalan dengan kebijakan pemerintah China yang menekan permintaan guna mengatasi kelebihan kapasitas produksi.

Ke depan, pasar energi masih akan dibayangi sejumlah sentimen. Salah satunya perkembangan pembahasan tarif perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS). Tarif tersebut telah menekan ekspor China ke AS, sehingga memperburuk kelebihan kapasitas manufaktur di Negeri Tirai Bambu.

Selain itu, potensi La Niña di Australia juga perlu dicermati karena bisa mengganggu produksi dan pasokan batubara. Sentimen umum lain seperti arah kebijakan suku bunga The Fed dan pergerakan dolar AS juga akan mempengaruhi harga komoditas energi.

Baca Juga: Harga Minyak, Gas, dan Batubara Loyo, Ini Proyeksi Analis Hingga Akhir 2025

Lukman memperkirakan, hingga akhir 2025 harga batubara akan bergerak di kisaran US$ 90–100 per ton. 

Sementara untuk gas alam, pergerakan akan sangat dipengaruhi musim dingin di belahan bumi utara yang berpotensi meningkatkan permintaan.

“Menjelang akhir tahun, harga gas alam bisa berada di kisaran US$ 3,1 – US$ 3,3/MMBTu,” pungkasnya.

Selanjutnya: Tips Jajan Hemat Saat Gajian dengan Promo Weekend Seru Bayar QRIS Serba Seribu

Menarik Dibaca: QRIS Livin by Mandiri Dapat Digunakan di Jepang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×