Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Senin (29/6/2026), melanjutkan tren penurunan yang telah berlangsung selama empat bulan berturut-turut.
Kenaikan harga minyak akibat memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed), menjadi faktor utama yang menekan logam mulia tersebut.
Berdasarkan data pasar, harga emas spot turun 0,8% ke level US$ 4.057,77 per ons troi. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus melemah 0,6% menjadi US$ 4.072,20 per ons troi.
Secara bulanan, harga emas tercatat menuju penurunan keempat berturut-turut dengan koreksi sekitar 10,5%.
Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi, Pasar Deg-degan Menanti Keputusan The Fed Pekan Ini
Tekanan terhadap emas muncul setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat.
Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait pada Minggu (28/6/2026), tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan kepemimpinan Iran jika tidak mematuhi kesepakatan penghentian perang.
Meski demikian, laporan Axios menyebutkan bahwa Washington dan Teheran telah sepakat menghentikan sementara aksi permusuhan dan kembali membuka jalur perundingan terkait sengketa di Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak yang dipicu konflik tersebut memunculkan kekhawatiran baru terhadap inflasi global.
Kondisi itu mendorong pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan.
"Harga minyak yang tetap tinggi dapat memicu inflasi dan meningkatkan peluang kenaikan suku bunga. Dalam lingkungan suku bunga tinggi, daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi berkurang," ujar Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer.
Baca Juga: Harga Emas Jatuh ke Level Terendah 11 Minggu, Investor Pantau Kebijakan The Fed
Saat ini, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember diperkirakan mencapai sekitar 80%.
Fokus investor selanjutnya tertuju pada rilis data ketenagakerjaan AS pekan ini, yakni data ADP Employment dan nonfarm payrolls (NFP) periode Juni.
Kedua indikator tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,9% menjadi US$ 58,64 per ons troi. Sebaliknya, platinum naik tipis 0,1% ke US$ 1.616,55 per ons troi, sementara paladium menguat 1% ke level US$ 1.221,29 per ons troi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














