kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Harga emas stabil di tengah inflasi tinggi AS


Sabtu, 11 Desember 2021 / 07:01 WIB
Harga emas stabil di tengah inflasi tinggi AS
ILUSTRASI. Meski menguat di perdagangan terakhir, harga emas spot justru turun tipis dalam sepekan.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas cenderung stabil pada pekan ini. Meski menguat di perdagangan terakhir, harga emas spot justru turun tipis dalam sepekan.

Jumat (10/12), harga emas spot menguat 0,42% ke US$ 1.82,84 per ons troi. Dalam sepekan, harga emas spot melemah tipis 0,02% dari US$ 1.783,29 per ons troi pada pekan lalu.

Sedangkan harga emas kontrak Februari 2022 di Commodity Exchange menguat 0,45% ke US% 1.784,80 per ons troi pada perdagangan kemarin. Dalam sepekan, harga emas berjangka ini menguat tipis 0,05% dari US$ 1.783,90 per ons troi.

Baca Juga: Harga minyak mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Agustus

Harga emas menguat pada hari Jumat karena daya tarik safe-haven didorong oleh kenaikan harga konsumen AS. Taruhan untuk kenaikan suku bunga yang agresif mereda karena lonjakan inflasi tidak sebesar yang diharapkan.

"Laporan inflasi terbaru tidak sepanas yang diperkirakan dan itu akan menjaga ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve antara dua atau tiga kenaikan suku bunga pada 2022," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA kepada Reuters

Harga emas juga mendapat kekuatan dari pelemahan dolar AS yang meningkatkan daya tariknya bagi pembeli luar negeri. Imbal hasil Treasury AS turun setelah data menunjukkan harga konsumen AS meningkat lebih lanjut pada November. Inflasi tahunan bulan November mencapai angka terbesar sejak 1982.

Baca Juga: Wall Street menguat, S&P 500 mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa

Meskipun emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik. Alhasil, daya tarik emas turun karena safe haven ini tidak menawarkan imbal hasil.

"Potensi kenaikan suku bunga memang menyeret pasar emas, tetapi tema fundamental yang mendasarinya adalah tekanan inflasi, yang akan mendukung," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures. Fokus pasar sekarang adalah pada pertemuan kebijakan Fed pada 14-15 Desember.

Baca Juga: Harga emas melemah ke level terendah dalam 1 minggu jelang data inflasi AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×