kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.579   -124,00   -0,75%
  • IDX 6.300   -185,30   -2,86%
  • KOMPAS100 913   -34,31   -3,62%
  • LQ45 705   -26,86   -3,67%
  • ISSI 198   -5,78   -2,83%
  • IDX30 365   -13,57   -3,59%
  • IDXHIDIV20 444   -16,19   -3,52%
  • IDX80 103   -3,94   -3,68%
  • IDXV30 108   -4,34   -3,85%
  • IDXQ30 120   -4,21   -3,39%

Harga Emas Sentuh Level Terendah Dua Pekan Kamis (27/2), Dolar AS Menguat


Jumat, 28 Februari 2025 / 05:48 WIB
Harga Emas Sentuh Level Terendah Dua Pekan Kamis (27/2), Dolar AS Menguat
ILUSTRASI. Harga emas turun ke level terendah dalam lebih dari dua minggu pada Kamis (27/2), seiring dengan penguatan dolar AS. REUTERS/Bogdan Cristel/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas turun ke level terendah dalam lebih dari dua minggu pada Kamis (27/2), seiring dengan penguatan dolar AS.

Investor kini menanti data inflasi utama yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Melansir Reuters, harga emas spot turun 1,1% menjadi US$2.885,13 per ons troi pada pukul 01.50 p.m. ET (18.50 GMT), setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 12 Februari.

Baca Juga: Harga Emas Antam Terkoreksi, Peluang Menarik untuk Beli?

Pada Senin lalu, emas sempat mencetak rekor tertinggi $2.956,15 per ons, didorong oleh arus investasi ke aset safe haven.

Kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 1,2% menjadi $2.895,9 per ons.

Alex Ebkarian, Chief Operating Officer di Allegiance Gold, mengatakan bahwa pergerakan emas masih dalam tren yang jelas. Sementara koreksi jangka pendek dan aksi ambil untung adalah bagian normal dari siklus pasar.

Indeks dolar AS menguat 0,7%, membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Saat ini, perhatian investor tertuju pada rilis Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS yang dijadwalkan pada Jumat ini.

Berdasarkan jajak pendapat Reuters, indeks ini diperkirakan tetap berada di 0,3%.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok hingga 1% Imbas Penguatan Dolar AS, Investor Menanti Data Inflasi

Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities, memperingatkan bahwa jika data PCE menyimpang secara signifikan dari perkiraan, pasar dapat bereaksi negatif karena meningkatnya kekhawatiran bahwa The Fed mungkin menunda penurunan suku bunga.

Pasar saat ini memperkirakan The Fed akan melakukan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, dengan total sekitar 55 basis poin penurunan pada 2025.

Selain data inflasi, investor juga menantikan pernyataan dari beberapa pejabat The Fed yang dijadwalkan berbicara dalam waktu dekat.

Dampak Tarif Trump terhadap Emas

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Kamis bahwa tarif impor dari Meksiko dan Kanada akan diberlakukan mulai 4 Maret, sesuai jadwal.

Ia juga menegaskan bahwa China akan dikenakan tarif tambahan sebesar 10% pada hari yang sama.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun di Bawah Rp 1,7 Juta Per Gram, Waktunya Beli?

Alex Ebkarian optimistis bahwa emas memiliki potensi untuk menembus $3.000 per ons dalam 30 hingga 60 hari ke depan, tergantung pada bagaimana pasar bereaksi terhadap kebijakan tarif baru Trump.

Selain emas, harga logam mulia lainnya juga mengalami pelemahan: perak turun 1,2% menjadi US$31,45 per ons troi, platinum melemah 1,2% menjadi US$954,05, dan paladium turun 0,6% menjadi US$921.

Selanjutnya: Kalender Ekonomi Terbaru, Cek Rilis Data yang Bisa Mempengaruhi Forex

Menarik Dibaca: 6 Penyebab Anda Berkeringat saat Tidur, Bisa Jadi Stres dan Cemas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×