kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Harga Emas Naik, Investor Tetap Waspadai Kebijakan The Fed


Jumat, 26 Juni 2026 / 21:35 WIB
Harga Emas Naik, Investor Tetap Waspadai Kebijakan The Fed
ILUSTRASI. GLOBAL-PRECIOUS/GOLD (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Harga emas dunia menguat pada perdagangan Jumat (26/6/2026), didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan sedikit meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Namun, penguatan tersebut belum cukup untuk menghapus tekanan yang membuat logam mulia ini menuju penurunan mingguan keempat secara berturut-turut.

Berdasarkan data perdagangan, harga emas spot naik 0,51% ke level US$ 4.046,70 per ons troi. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus menguat 0,35% menjadi US$ 4.061,40 per ons troi.

Meski menguat pada akhir pekan, harga emas masih mencatat pelemahan sekitar 2,6% sepanjang pekan ini.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok ke Level US$ 4.000 per Ons Troi, Simak Strategi Investasinya

Bahkan, emas sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari tujuh bulan pada awal pekan akibat tekanan dari ekspektasi kebijakan moneter AS yang masih ketat.

Pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor yang menopang harga emas. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut turun dari level tertingginya setelah rilis data inflasi pilihan Federal Reserve, yakni indeks Personal Consumption Expenditures (PCE).

Data menunjukkan indeks PCE AS naik 4,1% secara tahunan pada Mei, sejalan dengan perkiraan pasar. Setelah data tersebut dirilis, pelaku pasar sedikit mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September.

Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, peluang kenaikan suku bunga pada September kini berada di kisaran 60%, turun dari sebelumnya 64%.

Analis pasar dari American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengatakan harga emas mulai menunjukkan pemulihan setelah mengalami tekanan jual yang cukup besar pada awal pekan.

Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi Jumat (26/6) Pagi, Namun Bertahan di Level US$ 4.000 per Ons

Namun, prospek emas masih dibayangi risiko dari kebijakan suku bunga tinggi. Kenaikan suku bunga dan pengetatan moneter biasanya mengurangi daya tarik emas karena investor cenderung beralih ke instrumen yang menawarkan imbal hasil, seperti obligasi.

Di sisi lain, TD Securities menilai potensi penguatan harga emas masih terbatas. Menurut mereka, hubungan terbalik antara emas dengan dolar AS dan harga minyak membuat logam mulia tersebut rentan tertekan jika pasar energi tetap kuat dalam beberapa bulan mendatang.

Dari sisi permintaan fisik, pasar India menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Harga emas di negara tersebut kembali diperdagangkan dengan premi untuk pertama kalinya dalam satu setengah bulan terakhir setelah koreksi harga memicu minat beli. Sebaliknya, permintaan di China, konsumen emas terbesar dunia, masih relatif lesu.

Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok dari Level Tertinggi, Saatnya Borong atau Tunggu Lagi?

Untuk logam mulia lainnya, harga perak naik 0,42% menjadi US$ 58,11 per ons troi. Sementara itu, platinum menguat 0,21% ke US$ 1.604,45 per ons troi dan paladium melonjak 1,25% ke level US$ 1.199,25 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×