kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.761   4,00   0,02%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Harga Emas Menguat di Tengah Harapan Damai Timur Tengah, Dolar & Minyak Terkoreksi


Selasa, 26 Mei 2026 / 07:31 WIB
Harga Emas Menguat di Tengah Harapan Damai Timur Tengah, Dolar & Minyak Terkoreksi
ILUSTRASI. Batangan emas bertanda huruf (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada awal pekan ini seiring meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah yang melibatkan Iran.

Sentimen tersebut menekan harga minyak dan melemahkan dolar Amerika Serikat (AS), sekaligus meredakan kekhawatiran inflasi serta prospek suku bunga tinggi dalam waktu lama.

Pada perdagangan Senin (25/5/2026), harga emas spot naik 1,2% menjadi US$ 4.561,51 per ons pada pukul 13.19 GMT. 

Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga menguat 0,9% ke level US$ 4.563,60. Pasar keuangan Amerika Serikat sendiri tutup karena libur Memorial Day.

Baca Juga: Berapa Harga Emas Antam Kemarin (25/6) dan Bagaimana Potensi Keuntungannya?

Penguatan emas terjadi di tengah optimisme pasar bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi mereda, setelah Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut kedua negara telah mencapai kemajuan dalam perundingan awal terkait kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz. 

Namun, kedua pihak masih berbeda pandangan terkait sejumlah isu utama yang dinilai krusial untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung tiga bulan tersebut.

Di pasar energi, harga minyak turun hingga di bawah US$ 100 per barel dan menyentuh level terendah dalam dua pekan. Dolar AS juga melemah ke posisi terendah dalam satu pekan, mencerminkan berkurangnya permintaan terhadap aset safe haven.

Analis UBS Giovanni Staunovo menyebut pergerakan emas saat ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak.

Menurutnya, penurunan harga minyak turut mendorong penguatan emas karena membuka ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat.

Baca Juga: Saham MDKA & EMAS Didorong Aksi Korporasi dan Ekspektasi Pasar, Ini Rekomendasinya

"Penurunan harga minyak mengangkat emas, karena pasar mulai mengantisipasi dampaknya terhadap kebijakan Federal Reserve," ujar Staunovo.  Ia menambahkan tren tersebut berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.

Sebelumnya, emas telah turun sekitar 14% sejak konflik Iran dimulai pada akhir Februari. Kenaikan harga energi saat itu mendorong kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan lebih tinggi lebih lama.

Saat ini, pasar memperkirakan peluang sekitar 40% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember. 

Harga Emas

Angka ini menunjukkan perubahan tajam dibandingkan ekspektasi sebelum konflik, ketika mayoritas ekonom justru memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini.

Baca Juga: Harga Emas Naik pada Senin (25/5) Pagi, Disokong Sentimen Kesepakatan AS-Iran

Di sisi lain, dinamika geopolitik juga berdampak pada kebijakan ekonomi AS.

Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua The Federal Reserve pada Jumat lalu, di tengah tekanan inflasi yang dipicu lonjakan harga bensin akibat konflik Timur Tengah, yang turut menekan sentimen konsumen.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 2,5% ke US$ 77,41 per ons. Platinum menguat 1,9% menjadi US$ 1.959,30, sementara palladium naik 2,8% ke level US$ 1.386,00.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×