kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Harga emas menguat berkat ancaman tarif Trump ke China


Selasa, 27 November 2018 / 08:16 WIB
ILUSTRASI. Emas batangan


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas menguat menjelang konferensi tingkat tinggi G20 yang dimulai Jumat (30/11) mendatang. Selasa (27/11) pukul 7.58 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.229,20 per ons troi.

Harga emas ini menguat 0,04% dari harga kemarin. Rentang pergerakan harga emasih cenderung tipis sejak akhir pekan 16 November lalu.

Para pemimpin G20 diperkirakan akan fokus pada perdagangan global. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan mendiskusikan perdagangan kedua negara.

"Jika Trump dan Xi tidak bisa mencapai kesepakatan pada KTT G20, saya memperkirakan, Federal Reserve akan menunda kenaikan suku bunga tahun depan, yang bisa menguntungkan harga emas," kata Walter Pehowich, executive vice president of investment service Dillon Gage Metals kepada Reuters.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump mengatakan akan melanjutkan rencana pengenaan tarif 25% atas US$ 200 miliar impor China. Trump pun mengulangi ancaman penerapan tarif impor untuk seluruh impor dari China mendekati pelaksanaan KTT.

Trump mengatakan, satu-satunya kesepakatan adalah China harus membuka negara mereka untuk kompetisi dari AS. "Jika tidak ada kesepakatan, maka saya akan menerapkan tarif pada US$ 267 miliar," ungkap Trump yang dikutip The Wall Street Journal.

Daftar barang impor selanjutnya termasuk laptop dan iPhone yang diimpor dari China. Selama ini, ponsel dan komputer yang merupakan ekspor terbesar China ke AS, masih kena tarif lama karena AS ingin meminimalisasi dampak perang dagang ke konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×