kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.694.000   -13.000   -0,76%
  • USD/IDR 16.401   0,00   0,00%
  • IDX 6.606   19,09   0,29%
  • KOMPAS100 964   -2,78   -0,29%
  • LQ45 747   -0,24   -0,03%
  • ISSI 206   0,68   0,33%
  • IDX30 388   0,44   0,11%
  • IDXHIDIV20 470   1,92   0,41%
  • IDX80 109   -0,32   -0,29%
  • IDXV30 114   -1,22   -1,06%
  • IDXQ30 127   0,06   0,05%

Harga Emas Melemah, Investor Menanti Data Inflasi PCE AS


Kamis, 27 Februari 2025 / 05:05 WIB
Harga Emas Melemah, Investor Menanti Data Inflasi PCE AS
ILUSTRASI. Pemandangan yang memperlihatkan batangan emas murni 99,99 persen di ruang kerja selama produksi di pabrik logam mulia Krastsvetmet di kota Krasnoyarsk, Siberia, Rusia, 23 Mei 2024. Harga emas mengalami penurunan pada Rabu (26/2/2025) setelah reli ke level tertinggi sepanjang masa awal pekan ini.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -   Harga emas mengalami penurunan pada Rabu (26/2/2025)  setelah reli ke level tertinggi sepanjang masa awal pekan ini. Investor kini menantikan rilis data inflasi AS serta perkembangan terbaru terkait kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.  

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,1% menjadi US$ 2.912,51 per ons pada pukul 01:49 siang waktu setempat.

Sebelumnya, emas batangan, yang kerap menjadi lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi, mencapai rekor tertinggi di level US$ 2.956,15 pada Senin di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait perang dagang akibat ancaman tarif baru.  

Baca Juga: Harga Emas Cetak Rekor Baru di Tengah Kekhawatiran Tarif dan Arus Masuk ETF

Sementara itu, harga emas berjangka AS justru menguat 0,4% dan ditutup pada US$ 2.930,60.  

Pada Selasa, Presiden Trump memerintahkan penyelidikan terkait kemungkinan penerapan tarif baru terhadap impor tembaga. 

Langkah ini bertujuan meningkatkan produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik, perangkat keras militer, jaringan listrik, serta berbagai barang konsumsi lainnya.  

"Tren bullish emas masih berlanjut. Konsolidasi ini tidak mengejutkan, mengingat pasar tengah menunggu rilis beberapa data penting," ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.  

Baca Juga: Harga Emas Capai Rekor Tertinggi, Antam Optimistis Kinerja Positif

Fokus utama investor saat ini tertuju pada laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS yang akan dirilis pada Jumat. Indeks ini merupakan indikator inflasi utama yang diawasi ketat oleh Federal Reserve.  

Jika tekanan inflasi lebih tinggi dari perkiraan, hal ini dapat menunda pemangkasan suku bunga lebih lanjut yang telah diperhitungkan pasar. Dalam skenario ini, emas berpotensi kembali menguat sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, tambah Meger.  

Sepanjang tahun lalu, bank sentral AS telah menurunkan suku bunga sebanyak tiga kali dengan total pemangkasan sebesar 75 basis poin. 

Saat ini, pasar uang memperkirakan penurunan suku bunga Fed sebesar 54 basis poin hingga akhir tahun, yang mencerminkan dua kali pemangkasan masing-masing 25 bps serta peluang tambahan sekitar 20% untuk pemangkasan lebih lanjut.  

Baca Juga: Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi, Tren Bullish Diprediksi akan Berlanjut

"Keputusan bank sentral akan menjadi faktor utama bagi pergerakan emas, mengingat peran krusialnya dalam permintaan emas dalam beberapa tahun terakhir," ujar Frank Watson, analis pasar di Kinesis Money, dalam sebuah catatan.  

Di pasar logam lainnya, harga perak spot naik 0,3% menjadi US$ 31,81 per ons, sementara platinum turun 0,1% ke level $965,55 dan paladium melemah 0,9% menjadi US$ 919,50.

Selanjutnya: Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat 27-28 Februari: Berawan, Waspada Hujan di Sore Hari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×