kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -10,97   -1.19%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Diprediksi Turun, Imbas Meredanya Konflik Timur Tengah dan Penguatan Dolar


Rabu, 24 April 2024 / 12:40 WIB
Harga Emas Diprediksi Turun, Imbas Meredanya Konflik Timur Tengah dan Penguatan Dolar
ILUSTRASI. Harga emas diprediksi cenderung melanjutkan penurunan.REUTERS/Alexander Manzyuk


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas diprediksi cenderung melanjutkan penurunan. Meski berdasarkan Trading Ekonomi harga emas naik 0,22% atau berada di level US$ 2.328,22 pada Rabu (24/4) pukul 11.40 WIB. 

Analisis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer mengatakan, harga emas kemungkinan akan kembali terkoreksi. Hal ini dipengaruhi oleh meredanya kekhawatiran akan konflik yang lebih besar di Timur Tengah, sehingga menyebabkan permintaan logam mulia sebagai aset safe haven menurun.

“Sementara taruhan pada suku bunga Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi untuk periode yang lebih lama turut menekan harga,” kata Andrew dalam risetnya, Rabu (24/4). 

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 5.000 ke Rp 1.320.000 Per Gram, Rabu (24/4)

Andrew juga memprediksikan untuk harga emas hari ini, Rabu (24/4) menunjukkan kecenderungan penurunan, karena kenaikan nilai dolar AS  masih membayangi pasar, terutama dengan tingkat inflasi yang tinggi.

Menurutnya, meski pada hari ini terdapat sedikit kenaikan, namun potensi penurunan masih terus berlangsung dalam jangka panjang. 

“Ini menunjukkan perlunya kewaspadaan bagi para pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi terkait dengan emas,” kata dia. 

Andrew menyebutkan, berdasarkan ringkasan harga emas, di perdagangan Asia pada hari Senin (23/4), spot gold untuk pengiriman Juni mengalami penurunan sebesar 0,9% menjadi US$ 2.370,45 per ons, sementara gold futures yang akan jatuh tempo pada bulan Juni turun 1,2% menjadi US$ 2.384,05 per ons pada pukul 00.48 WIB (04.48 GMT).

Menurutnya penurunan harga emas tersebut disebabkan oleh berkurangnya kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah. Meskipun harga emas sempat mencapai rekor tertinggi di atas US$ 2.400 per ons karena serangkaian serangan antara Iran dan Israel.

“Namun meremehkan dampak serangan tersebut pada hari Jumat membuat beberapa harapan bahwa konflik tidak akan memburuk, sehingga mengurangi permintaan safe haven untuk emas,” imbuhnya. 

Baca Juga: Harga Emas Turun Lagi Hari Ini (24/4), Reli Berakhir?

Sementara itu, Andrew mengatakan kekhawatiran akan tingkat suku bunga AS tetap ada, dengan dollar stabil di dekat level tertinggi aelama lima bulan. Para pedagang juga was-was dengan imbal hasil Treasury AS yang naik, karena ekspektasi terhadap peningkatan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. 

Dia menilai, hal ini diperkuat dengan data inflasi yang kuat untuk bulan Maret dan sinyal hawkish dari pejabat Federal Reserve, yang membuat para pedagang memperkirakan ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan Juni oleh The Fed.

“Secara keseluruhan, saya melihat, emas hari ini menunjukkan penurunan yang dipengaruhi oleh berkurangnya kekhawatiran akan konflik di Timur Tengah dan ekspektasi terhadap suku bunga AS yang lebih tinggi,” imbuhnya. 

Dengan begitu, ia mengindikasikan bahwa tren penurunan ini kemungkinan akan berlanjut, dengan potensi penurunan yang lebih signifikan dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×