kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Harga Emas Cetak Rekor US$4.600: Saatnya Borong Saham Dua Saham Ini


Selasa, 13 Januari 2026 / 06:05 WIB
Harga Emas Cetak Rekor US$4.600: Saatnya Borong Saham Dua Saham Ini
ILUSTRASI. Harga Emas Cetak Rekor US$4.600: Saatnya Borong Saham Dua Saham Ini


Reporter: Rashif Usman | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas spot dunia berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah setelah menembus level US$ 4.600 per ons troi untuk pertama kalinya pada perdagangan Senin (12/1/2026) pagi. Harga saham emiten emas di bursa saham Indonesia pun kompak melonjak. Sekarang saatnya jual atau beli saham emiten emas?

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,5% menjadi US$ 4.478,79 per ons troi pada pukul 01.27 GMT, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi di US$ 4.600,33 per ons troi.

Seiring penguatan emas global, harga emas batangan bersertifikat produksi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga mencetak rekor baru. Berdasarkan situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam pecahan satu gram pada Senin (12/1/2026) berada di level Rp 2.631.000, melonjak Rp 29.000 dibandingkan posisi Sabtu (10/1/2026) di Rp 2.602.000 per gram.

Baca Juga: Harga Anjlok 6%:, Analis Nilai Saham Prajogo Pangestu Ini Bisa Naik Lagi Karena MSCI

Saham Emiten Emas Ikut Menghijau

Kenaikan harga emas global turut berdampak positif terhadap pergerakan saham emiten emas domestik. Hingga akhir perdagangan Senin (12/1/2026), saham-saham produsen emas kompak menguat.

  • Saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatatkan penguatan tertinggi dengan lonjakan 16,39% ke level Rp 2.770 per saham.
  • Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang naik 7,04% ke Rp 2.890 per saham.
  • Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang menguat 5,6% ke posisi Rp 1.790 per saham.
  • Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 5,51% ke Rp 3.830 per saham.
  • Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 2,44% ke Rp 1.260 per saham.
  • Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) naik 1,67% ke Rp 610 per saham.
  • Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menguat tipis 0,93% ke Rp 5.400 per saham.

Investment Analyst Stockbit, Theodorus Melvin, menilai kenaikan harga emas berpotensi memberikan sentimen positif jangka pendek bagi kinerja emiten produsen emas. “Kenaikan harga emas dapat meningkatkan harga jual rata-rata (ASP) serta margin laba perusahaan,” ujarnya dalam riset, Senin (12/1/2026).

Tonton: Perjalanan Karier Hasan Aula: Dari Pekerja Pabrik Hingga Jadi Wadirut Erajaya

Faktor Pendukung Harga Emas

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai prospek emiten emas masih cukup positif seiring tren kenaikan harga emas global yang didukung fundamental kuat. Melemahnya data ekonomi Amerika Serikat, khususnya nonfarm payrolls yang hanya tumbuh sekitar 50 ribu, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve tahun ini.

Lingkungan suku bunga yang lebih rendah secara historis mendukung harga emas sebagai aset non-yielding. Di sisi lain, meski dolar AS relatif bertahan kuat, harga emas tetap mampu mencetak rekor baru, menandakan meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

“Ditambah ketegangan geopolitik seperti isu Venezuela dan Iran, serta pembelian emas bank sentral China selama 14 bulan berturut-turut, menjadi penopang struktural harga emas,” ujar Reza kepada Kontan, Senin (9/1/2026).

Pandangan senada disampaikan Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah. Ia menilai saham emiten emas masih menarik seiring tren harga emas global yang terus menguat. Selain faktor global, pergerakan rupiah terhadap dolar AS juga berpengaruh terhadap harga emas domestik.

“Ketika rupiah melemah, harga emas dalam negeri cenderung naik dan memberikan dukungan tambahan bagi kinerja emiten emas,” jelas Hari.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menambahkan bahwa kenaikan harga emas mendorong ekspektasi laba bersih emiten emas tetap berada dalam tren positif. Harga emas yang masih dalam fase uptrend dan ketegangan geopolitik global menjadi katalis utama.

Tonton: Stok Beras RI Aman! Bulog Siapkan 1 Juta Ton untuk Diekspor ke ASEAN

Investor Perlu Waspadai Risiko

Meski prospeknya positif, analis mengingatkan investor tetap mencermati risiko jangka pendek. Potensi aksi ambil untung setelah reli agresif, perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, serta penguatan dolar AS dapat memicu volatilitas harga emas.

Selain itu, risiko operasional dan fluktuasi biaya produksi juga perlu diperhatikan pada saham emiten emas. Oleh karena itu, investor disarankan tetap menerapkan manajemen risiko yang disiplin.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas Hari Ini (13/1), IHSG Berpeluang Menguat

Rekomendasi Saham

Secara teknikal, Reza melihat saham ANTM masih berpotensi menguat menuju area resistance Rp 3.920–Rp 4.100, selama mampu bertahan di atas support kunci. ANTM juga memiliki katalis jangka menengah berupa potensi masuk indeks MSCI pada 2026.

Sementara itu, Harry merekomendasikan beli saham ANTM dan BRMS dengan target harga masing-masing Rp 4.600 dan Rp 1.300 per saham.

 

OTT Pejabat Pajak, KPK Ungkap Modus Pangkas Pajak 80 Persen

Selanjutnya: Kerugian Love Scam Tembus Rp 49 Miliar, OJK: Jangan Transfer Uang ke Pacar Online!

Menarik Dibaca: Kaleidoscope Sampai Money Heist, Ini 6 Tontonan Perampokan Paling Seru di Netflix

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×