Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas kembali menguat seiring pelemahan harga minyak pada perdagangan hari ini. Namun, harga emas masih dibayangi oleh tren penurunan tajam akibat besarnya tekanan jual di pasar.
Selasa (20/10/2026) pukul 10.50 WIB, harga emas spot menguat tipis 0,1% ke US$ 4.144,75 per ons troi. Sejalan, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2026 juga naik 0,13% menjadi US$ 4.165,5 per ons troi.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit mengatakan, pergerakan harga emas saat ini masih menghadapi tekanan bearish lanjutan setelah sukses membentuk pola teknikal bearish pennant pada grafik harian (daily).
Secara teknikal, pola konsolidasi pasca-penurunan ini menjadi sinyal kuat bahwa dorongan jual akan terus mendominasi pasar, sehingga prospek pemulihan aset lindung nilai ini terbilang cukup terbatas.
Baca Juga: Imbas Aksi Jual, Investor SUN Selektif Jelang Lelang Sukuk
Arah pergerakan instrumen emas ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuannya melewati level penahan batas atas yang krusial.
"Selama harga emas belum mampu menembus zona resistance di level US$ 4.191 hingga US$ 4.218 dan ditutup di atas area tersebut, peluang penurunan menuju rentang support US$ 4.097 hingga US$ 4.066 masih sangat terbuka," ujar Geraldo dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Selain faktor teknikal, pelemahan emas juga semakin diperberat oleh fundamental ekonomi Amerika Serikat (AS), terutama laju penguatan indeks dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah (US Treasury).
Kondisi ini secara alamiah membuat emas menjadi kurang menarik karena posisinya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga (non yielding asset).
Ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter The Fed juga turut memegang peranan vital dalam menyetir sentimen pasar.
"Jika pelaku pasar terus mengantisipasi suku bunga AS akan bertahan pada level tinggi lebih lama, situasi tersebut otomatis akan meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas dan membatasi ruang penguatannya," papar Geraldo.
Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham dan Prospek Kinerja Surya Semesta Internusa (SSIA)
Kendati skenario teknikal berpihak pada penurunan harga menuju US$ 4.066, dinamika permintaan terhadap aset safe haven global tetap harus dicermati oleh para pelaku pasar.
Setiap eskalasi ketegangan geopolitik yang memicu ketidakpastian sewaktu-waktu dapat mendorong investor kembali berburu aset lindung nilai, yang pada akhirnya berpotensi meredam laju pelemahan dan mengubah arah pergerakan harga emas secara tiba-tiba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














