kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Harga Emas Turun ke Level US$ 4.113, Terendah dalam Dua Bulan Terakhir


Kamis, 08 Oktober 2026 / 05:18 WIB
Diperbarui Kamis, 08 Oktober 2026 / 05:44 WIB
Harga Emas Turun ke Level US$ 4.113, Terendah dalam Dua Bulan Terakhir
ILUSTRASI. Harga emas (Sven Hoppe/DPA via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia kembali tertekan dan turun ke level terendah dalam dua bulan pada perdagangan Rabu (7/10/2026).

Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik bagi investor.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,2% menjadi US$ 4.113,89 per ons troi, sekaligus menyentuh level terendah sejak 5 Agustus. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 1,1% ke US$ 4.140,70 per ons troi.

Indeks dolar AS menguat 0,4%, sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Di saat yang sama, yield US Treasury tenor 10 tahun bertahan di level tertinggi dalam lebih dari dua dekade.

Baca Juga: Harga Emas Berpotensi Turun ke US$ 4.064 Jelang Risalah FOMC

"Pasar melihat suku bunga akan bertahan lebih tinggi untuk waktu lebih lama," kata Peter Grant, Vice President dan Senior Metals Strategist Zaner Metals.

Pasar saat ini memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir Oktober 2026.

Namun, pelaku pasar masih memperhitungkan peluang sekitar 85% untuk kenaikan suku bunga pada Desember, berdasarkan CME FedWatch.

Ekspektasi suku bunga tinggi tersebut diperkuat oleh pernyataan sejumlah pejabat The Fed. Presiden Kansas City Fed Jeff Schmid mengatakan penurunan inflasi mungkin membutuhkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Sementara Presiden San Francisco Fed Mary Daly menyebut arah kebijakan moneter akan bergantung pada perkembangan tekanan inflasi.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil. Kondisi tersebut membuat investor lebih tertarik pada aset berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Baca Juga: ETF Emas Tetap Prospektif di Tengah Ketidakpastian Markoekonomi, Ini Catatan Analis

Meski demikian, permintaan emas dari bank sentral masih menjadi penopang harga. Bank sentral China meningkatkan pembelian emas pada September dan memperpanjang tren pembelian menjadi 23 bulan berturut-turut.

Grant memperkirakan emas masih berpeluang menguji level US$4.000 per ons troi sebelum kembali pulih hingga akhir tahun, dengan potensi mencapai US$4.400.

Tekanan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 3% menjadi US$59,86 per ons troi, platinum merosot 3,9% menjadi US$1.635,04, sedangkan palladium turun 4% menjadi US$1.125,70 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×