Reporter: Vivit Dewi | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia masih mampu bertahan di atas level US$ 4.400 per ons troi pada perdagangan Rabu (12/8/2026). Pergerakan harga emas berlangsung di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap konflik di Timur Tengah, harga minyak dunia, serta prospek kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (12/8/2026) pukul 18.06 WIB, harga emas berada di level US$ 4.411 per ons troi. Sementara itu, Trading Economics mencatat harga emas sebesar US$ 4.409 per ons troi pada pukul 18.07 WIB.
Di pasar energi, harga minyak juga bergerak dalam sorotan investor seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan data Trading Economics pada Rabu (12/8/2026) pukul 18.02 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 83,3 per barel, sedangkan Brent mencapai US$ 88,9 per barel.
Penguatan harga minyak mencerminkan kembali meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dari kawasan tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Berpeluang Bullish, Analis Proyeksi Tembus US$4.900 per Ons Troi
Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan, konflik geopolitik memang dapat meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven. Namun, kenaikan harga minyak yang dipicu konflik justru dapat menjadi tekanan bagi emas karena berpotensi meningkatkan inflasi.
“Faktor geopolitik Timur Tengah saat ini terkait Iran yang memicu kenaikan harga minyak dunia bisa menjadi faktor negatif emas karena memicu inflasi dan Fed hawkish,” ujar Wahyu.
Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar tekanan inflasi. Kondisi tersebut dapat memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve atau The Fed.
Jika ekspektasi tersebut menguat, dolar AS dan yield US Treasury berpotensi mendapatkan dukungan. Pada akhirnya, kondisi itu dapat meningkatkan biaya peluang memegang emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Konflik Timur Tengah Jadi Faktor Ganda bagi Harga Emas
Wahyu menilai pengaruh konflik geopolitik terhadap harga emas tidak dapat dilihat hanya dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Pergerakan harga energi dan dampaknya terhadap inflasi juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor.
“Di sisi lain, meningkatnya ketegangan geopolitik global berfungsi sebagai faktor negatif. Ketika risiko politik atau konflik internasional meningkat, seharusnya daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven) melonjak. Tapi karena isu geopolitik tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia maka dampak terhadap inflasi dan kebijakan Fed higher for longer menekan harga emas dunia di tengah tekanan penguatan dolar AS,” kata Wahyu.
Baca Juga: Mata Uang Asia Bergerak Beragam, Simak Proyeksinya hingga Akhir 2026
Dengan demikian, konflik geopolitik dapat memberikan dampak yang berlawanan terhadap emas. Di satu sisi, meningkatnya ketidakpastian mendorong investor mencari aset perlindungan. Namun, apabila konflik menyebabkan lonjakan harga minyak yang kemudian meningkatkan inflasi, tekanan terhadap emas dapat muncul melalui ekspektasi suku bunga dan penguatan dolar AS.
Sebaliknya, apabila harga minyak kembali turun dan tekanan inflasi mereda, emas berpeluang memperoleh ruang penguatan. Kondisi tersebut dapat mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Pasar kini juga menantikan data inflasi AS yang dapat menjadi salah satu indikator penting bagi investor dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed berikutnya.
Selain faktor harga minyak dan prospek kebijakan moneter AS, pembelian emas oleh bank sentral global masih menjadi salah satu faktor fundamental yang menopang harga logam mulia.
Aktivitas pembelian tersebut dinilai memberikan support floor atau batas bawah bagi harga emas. Dengan dukungan permintaan dari bank sentral, koreksi harga emas berpotensi kembali diikuti oleh penguatan apabila sentimen makroekonomi dan geopolitik kembali mendukung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
