kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.020   -37,00   -0,20%
  • IDX 5.176   178,98   3,58%
  • KOMPAS100 663   31,61   5,01%
  • LQ45 516   27,52   5,63%
  • ISSI 178   5,21   3,02%
  • IDX30 290   16,98   6,21%
  • IDXHIDIV20 381   24,36   6,82%
  • IDX80 76   3,78   5,22%
  • IDXV30 107   5,80   5,76%
  • IDXQ30 96   6,38   7,11%

Imbas Aksi Jual, Investor SUN Selektif Jelang Lelang Sukuk


Selasa, 20 Oktober 2026 / 10:37 WIB
Imbas Aksi Jual, Investor SUN Selektif Jelang Lelang Sukuk
ILUSTRASI. Investor di pasar SUN cenderung selektif menyusul aksi jual pada sesi sebelumnya yang didorong oleh MSCI. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permintaan investor di pasar Surat Utang Negara (SUN) cenderung selektif menyusul aksi jual pada sesi sebelumnya yang didorong oleh MSCI.

Sikap kehati-hatian pelaku pasar ini makin menebal akibat berlanjutnya tekanan pelemahan nilai tukar rupiah menjelang lelang sukuk negara.

Economist & Fixed Income Analyst MNC Sekuritas Ridwan Adi Gunawan memperkirakan bahwa rentetan dinamika di pasar global maupun domestik saat ini akan membuat pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada dalam rentang 7,30% hingga 7,45% untuk perdagangan hari ini.

Baca Juga: Goldman Sachs Prediksi Potensi Dana Asing Keluar dari BEI Tembus US$ 5 Miliar

Pelemahan nilai tukar rupiah sebesar +0,17% ke level Rp 18.043 per dolar Amerika Serikat (AS) terbukti telah menambah tingkat kewaspadaan investor di pasar domestik.

Kondisi ini mendorong kenaikan yield obligasi pemerintah berkisar antara 1 hingga 8 basis poin (bps) pada mayoritas tenor.

Secara spesifik, yield tenor 5 tahun tercatat turun 6,3 bps menjadi 7,19%, sedangkan yield tenor 10 tahun justru melesat naik 8,23 bps ke level 7,40%.

Pada hari ini Selasa (20/10), pemerintah dijadwalkan menawarkan delapan seri Sukuk, yang terdiri dari tiga seri SPN-S dan lima seri PBS, dengan target penerbitan mencapai Rp 10 triliun.

Total penawaran yang masuk diperkirakan dapat menyentuh angka Rp 25 triliun hingga Rp 30 triliun, kendati minat investor kemungkinan tetap terbatas dan lebih condong memburu instrumen pada tenor-tenor pendek.

"Dengan imbal hasil pasar sekunder yang kembali menyesuaikan lebih tinggi, pemerintah mungkin perlu menawarkan imbal hasil yang lebih kompetitif untuk mengamankan permintaan," ungkap Ridwan dalam risetnya, Selasa (20/10/2026).

Dari sisi aktivitas perdagangan sekunder, perputaran transaksi secara langsung (outright turnover) paling besar dipimpin oleh seri FR0110 yang menembus Rp 7,37 triliun. Posisi tersebut disusul oleh seri FR0109 sebesar Rp 4,35 triliun dan FR0104 senilai Rp 2,23 triliun.

Baca Juga: IHSG Rebound & Kembali ke 5.100 Pagi Ini (20/10), Top Gainers LQ45: TLKM, SCMA, EMTK

Sentimen pasar domestik ini juga beriringan dengan tantangan dari pasar global, di mana surat utang AS (T-notes) melemah di tengah kenaikan yield secara luas antara 1-6 bps.

Prospek inflasi dan arah kebijakan bank sentral AS (The Fed) juga kembali dikhawatirkan seiring melambungnya harga minyak mentah WTI hingga lebih dari 2% ke level tertinggi dalam lima pekan terakhir.

Sebagai strategi perdagangan di tengah volatilitas ini, beberapa seri obligasi pemerintah yang dinilai paling menarik untuk dicermati oleh para pelaku pasar meliputi seri FR0090, PBS030, FR104, FR0109, dan FR0110.

Sementara itu, seri yang mencatatkan aktivitas perdagangan paling sibuk berdasarkan frekuensi transaksi sejauh ini adalah PBS030, SR025T3, FR0111, PBS003, serta PBS038.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×