Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak di kisaran US$64.000 setelah pasar mencerna hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru.
Meski bank sentral Amerika Serikat (AS) mempertahankan suku bunga acuannya di rentang 3,50%-3,75%, sikap The Fed yang dinilai lebih hawkish membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi terhadap peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengatakan koreksi harga Bitcoin pasca-FOMC merupakan respons yang umum terjadi di pasar keuangan global ketika ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter berubah.
Menurut dia, volatilitas jangka pendek masih akan menjadi bagian dari dinamika pasar kripto karena pergerakan harga aset digital sangat dipengaruhi sentimen makroekonomi, terutama kebijakan bank sentral AS.
Baca Juga: Harga Bitcoin dan Ethereum Naik, Investor Institusi Mulai Akumulasi
"Volatilitas seperti ini bukan sesuatu yang baru bagi pasar aset kripto. Yang terpenting adalah investor memahami bahwa pergerakan harga jangka pendek seringkali dipengaruhi sentimen makro, sehingga keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada riset dan strategi yang matang," ujar Aloysia, Jumat (19/6/2026).
Sentimen pasca-FOMC juga tercermin dari pergerakan dana investor institusional. ETF spot Bitcoin dan Ethereum di AS mencatat arus keluar bersih (net outflow) sebesar US$112,8 juta.
Kondisi tersebut menunjukkan sebagian investor memilih mengambil posisi lebih defensif setelah hasil rapat The Fed diumumkan.
Aloysia menilai kondisi pasar saat ini seharusnya menjadi momentum bagi investor untuk meninjau kembali tujuan investasi, profil risiko, serta strategi yang digunakan.
Ia mengingatkan pentingnya melakukan riset mandiri atau do your own research (DYOR), menerapkan strategi investasi berkala seperti dollar cost averaging (DCA), serta menghindari keputusan yang dipicu ketakutan maupun euforia pasar.
Meski harga Bitcoin tertekan, Aloysia menekankan bahwa investor tidak seharusnya hanya berfokus pada sentimen jangka pendek.
Faktor fundamental seperti tingkat adopsi aset digital, perkembangan teknologi blockchain, serta partisipasi investor jangka panjang tetap menjadi indikator penting dalam menilai prospek pasar kripto.
Baca Juga: Harga Bitcoin Tertekan ke US$ 60.000-an, Investor Diminta Lebih Waspada
Di sisi lain, hasil pertemuan FOMC kali ini juga menghadirkan sinyal baru dari The Fed. Selain mempertahankan suku bunga, bank sentral AS tersebut menghapus forward guidance atau panduan eksplisit mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.
Langkah itu membuat pasar kini lebih bergantung pada data ekonomi terbaru, seperti inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi, untuk memperkirakan arah kebijakan moneter berikutnya.
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh juga mengumumkan pembentukan lima gugus tugas yang akan mengkaji berbagai aspek kebijakan The Fed, mulai dari strategi komunikasi, neraca keuangan, sumber data, kerangka pengendalian inflasi, hingga produktivitas, lapangan kerja, dan dampak kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terhadap perekonomian.
Menurut Aloysia, masuknya isu produktivitas dan AI ke dalam agenda kajian The Fed menjadi perkembangan yang menarik karena menunjukkan perhatian bank sentral terhadap faktor-faktor struktural baru yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Baca Juga: Harga Bitcoin Ambles Lagi ke US$ 63.000, Waspada Crypto Winter
"Ini menunjukkan bahwa bank sentral mulai memperhatikan faktor-faktor struktural baru yang berpotensi membentuk pertumbuhan ekonomi di masa depan. Pelaku pasar juga perlu melihat perkembangan ini sebagai bagian dari gambaran yang lebih besar, tidak hanya bereaksi terhadap pergerakan harga harian," kata Aloysia.
Indodax pun mengingatkan investor untuk tetap menerapkan manajemen risiko, melakukan diversifikasi portofolio sesuai kebutuhan, berinvestasi secara berkala guna meredam volatilitas, serta melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Menurut perusahaan, pemahaman yang kuat terhadap aset kripto menjadi kunci bagi investor untuk menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/06/19/191927726/bitcoin-melemah-usai-fomc-investor-diminta-tetap-fokus-pada-fundamental?page=all&utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













