kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45917,14   -2,37   -0.26%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Batubara Tren Naik, Cek Saham Tambang Batubara Yang Perlu Beli & Jual


Senin, 22 April 2024 / 07:50 WIB
Harga Batubara Tren Naik, Cek Saham Tambang Batubara Yang Perlu Beli & Jual
ILUSTRASI. Harga Batubara Tren Naik, Cek Saham Tambang Batubara Yang Perlu Beli & Jual


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga batubara di pasar dunia terus meningkat sejak awal April 2024. Meski demikian, analis mengingatkan tidak semua saham perusahaan tambang batubara layak dibeli. Ada saham batubara yang sebaiknya Anda jual jika sudah mendapat cuan.

Harga batubara kembali merangkak naik pada Minggu (21/4). Kenaikan ini disebabkan karena konflik ketegangan di Timur Tengah masih berjalan dan meningkatnya permintaan sekaligus impor dari China. 

Mengutip Trading Ekonomics, harga batubara naik 0,53% atau berada di level US$ 141,75 per ton, pada Minggu (21/4) pukul 21.00 WIB. Bahkan, dalam sepekan harga batubara naik hingga 5,98%. 

Kenaikan harga batubara memang telah terjadi sejak akhir Maret 2024. Pada 28 Maret 2024, harga batubara ditutup di level 128,89. Dengan demikian, harga batubara telah meningkat 9,98% sepanjang April 2024 ini.

Baca Juga: Bisnis Emiten Batubara Masih Hadapi Tantangan, Ini Rekomendasi Saham ADRO hingga HRUM

Di tengah tren kenaikan harga tersebut, investor perlu mencermati sejumlah rekomendasi saham batubara dari para analis berikut: 

1. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

 

Pendapatan PTBA di kuartal 4 2024 naik 21,1% secara tahunan alias year on year (YoY) menjadi Rp 10,75 triliun meskipun terjadi penurunan produksi sebesar 23,7% secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ) karena adanya pengupasan awal. 

Volume penjualan yang lebih tinggi atau naik 4,2% QoQ dan ASP naik 16,8% QoQ mendorong peningkatan tersebut. Adapun secara keseluruhan, laba bersih di sepanjang tahun 2023 sebesar Rp 6,1 triliun. 

Sedangkan di tahun 2024, volume penjualan diperkirakan akan lebih tinggi. Di mana, PTBA menargetkan penjualan batubara sebesar 43 juta ton pada tahun ini. Perusahaan menargetkan rasio ekspor terhadap domestik sebesar 42%-58%, dengan potensi ASP domestik yang lebih tinggi karena penjualan PLN yang lebih rendah. 

Rekomendasi: Sell
Target Harga: Rp 2.900

Equity Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan 

2. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

 

Adaro Energy (ADRO) membukukan pendapatan di kuartal 4 2023 sebesar US$ 422,5 juta. Angka tersebut turun 22,5% secara QoQ, namun naik 28,3% YoY. Sebagian besar didorong oleh pembalikan opex secara besar-besaran. 

Pertumbuhan pendapatan tetap lemah sebesar 2,3% secara QoQ dan turun 29,8% YoY menjadi US$ 1,536.5 juta, karena penurunan ASP batubara sebesar 1,8% QoQ dan turun 30,5% YoY, diimbangi oleh peningkatan 0,5% dalam volume penjualan batubara dan segmen pendapatan ADRO lainnya. 

Sedangkan untuk beban pokok penjualan perseroan meningkat sebesar 2,8%, sehingga menyebabkan penurunan GPM sebesar 30 bps menjadi 35,8%.

Di tahun 2024, ADRO berencana akan mensuntikan belanja modal sekitar US$ 685 juta, untuk proyek-proyek yang berada di kawasan industri Kalimantan Utara.

 

Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Thomas Radityo. 

3. PT United Tractors Tbk (UNTR)

 

UNTR akan menjual alat berat tahun 2024 sebanyak 4 ribu unit yang terdiri dari 1,2 ribu alat berat besar dan 2,8 ribu alat berat kecil. 

Dari PAMA, perusahaan menargetkan produksi batubara sebesar 137 juta ton (+6% YoY) dan penghapusan OB sebesar 1,2 miliar bcm (+4% YoY). Perusahaan memperingatkan kemungkinan ada penyesuaian tarif tahun ini karena harga batubara turun di bawah US$ 120 per ton. 

Sedangkan dari batubara, perusahaan TTA memandu penjualan batubara sebesar 12 juta ton (+2% YoY) yang terdiri dari 6,6 juta ton batubara termal, 3 juta ton batubara metalurgi, dan 2,4 juta ton perdagangan batubara.

Adapun untuk belanja modal UNTR tahun 2024, sebesar US$ 1,3 - US$ 1,4 miliar, di mana US$ 1,2 miliar akan digunakan untuk kontrak penambangan, US$ 100 juta untuk fasilitas tailing bisnis emas, dan US$ 75 juta untuk konstruksi RKEF. 

Rekomendasi:  Buy
Target Harga: Rp 27.500 

Analis Trimegah Sekuritas, Alpinus Dewangga. 

4. PT Harum Energy Tbk (HRUM)

 

Kinerja PT Harum Energy Tbk (HRUM) diperkirakan bakal prospektif didorong oleh lini bisnis nikel. Lewat anak usahanya, PT Harum Nickel Industry (HNI), HRUM telah melakukan pembelian saham-saham yang dimiliki oleh Prime Investment Capital Limited dan Walsin Singapore Pte. Ltd. dalam PT Westrong Metal Industry (WMI). 

Harum Nickel Industry membeli sebanyak 1.214.000 lembar saham, yang mewakili 60,7% dari modal ditempatkan dan disetor Westrong Metal Industry. Nilai transaksi jual beli saham ini mencapai US$ 215,21 juta. 

Dengan diselesaikannya transaksi pembelian saham ini, maka kepemilikan saham Harum Nickel Industry dalam Westrong Metal Industry meningkat dari sebelumnya sebesar 20% menjadi sebesar 80,7% dari modal ditempatkan dan disetor. 

Selain itu, HRUM melaporkan peningkatan produksi batubara sebesar 43% YoY, karena 2 juta ton batubara diproduksi pada kuartal tiga 2023, sehingga meningkatkan total produksi pada 9M23 menjadi 5,4 juta ton, dibandingkan dengan 3,8 juta ton pada 9M22. Peningkatan produksi ini dimungkinkan oleh cuaca yang baik pada kuartal ini.

Rekomendasi: Buy
Target Harga: Rp 1.600

Analis NH Korindo Sekuritas, Axell Ebenhaezer. 

Itulah rekomendasi saham batubara untuk perdagangan hari ini saat harga batubara tren naik. Ingat, segala risiko investasi atas rekomendasi saham di atas menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Selanjutnya: Pemerintah Targetkan Tax Ratio Capai 11,2%-12% Tahun Depan, Ekonom: Harus Hati-hati

Menarik Dibaca: Hal Penting Sebelum Nonton Episode Terakhir Drakor Queen of Tears

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×