kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS998.000 -0,60%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Harga Batubara Masih Kokoh, Ini Rekomendasi Saham Harum Energy (HRUM)


Jumat, 30 September 2022 / 06:20 WIB
Harga Batubara Masih Kokoh, Ini Rekomendasi Saham Harum Energy (HRUM)


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Harum Energy Tbk (HRUM) menjadi pemain baru di industri nikel. Emiten tambang batubara ini tercatat telah berinvestasi di sektor nikel dengan melakukan pembelian saham di beberapa perusahaan pertambangan nikel.

Sejumlah perusahaan yang sahamnya diakuisisi sebagian oleh HRUM antara lain Nickel Mines Ltd (NIC) sebanyak 6,7%, PT Position sebanyak 51%, dan Infei Metal Industry (IMI) sebanyak 49,0%.

Investasi-investasi tersebut mulai berkontribusi pada top line HRUM di paruh pertama 2022. IMI telah memproduksi nickel pig iron (NPI) dengan tingkat utilisasi 90% dan berhasil menjual 10,9 kilo ton (kt) NPI di kuartal kedua 2022, dengan EBITDA sebesar US$ 47 juta. Sementara itu, NIC dan IMI berkontribusi sekitar 18,3% dari laba bersih semester pertama 2022.

Baca Juga: Bisnis Nikel Mulai Hasilkan Cuan, Cek Rekomendasi Saham Harum Energy (HRUM)

Meski HRUM tengah bertransformasi menjadi perusahaan pertambangan nikel, analis Reliance Sekuritas Lukman Hakim melihat pendapatan Harum Energy masih akan lebih besar proporsinya dari batubara. "Terlebih harga batubara saat ini masih di atas angin," kata Lukman kepada Kontan.co.id, Kamis (29/9).

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Olivia Laura dan Jonathan Guyadi juga menilai batubara akan tetap menjadi sumber pendapatan utama HRUM untuk beberapa waktu ke depan.

Tingginya permintaan batubara diperkirakan mampu menjaga harga jual rata-rata alias average selling proce (ASP) HRUM di US$ 203 per metrik ton pada tahun ini dan diproyeksikan sebesar US$ 130 per metrik ton pada 2023. Samuel Sekuritas memproyeksikan produksi batubara HRUM mencapai 4.0 juta ton di 2022 atau naik 15% secara year-on-year (YoY) dan diperkirakan naik 15% menjadi 4,7 juta ton di 2023.

Baca Juga: Bunga Naik, Ini Pilihan Saham Tahan Banting

HRUM juga masih memiliki proyek-proyek nikel yang digarap. Anak perusahaan HRUM, yakni PT Harum Nickel Industry (HNI) mengakuisisi 20,0% saham baru yang diterbitkan oleh PT Westrong Metal Industry (WMI) senilai US$ 75,0 juta pada 22 April lalu.

WMI saat ini tengah membangun smelter nikel rotary klin-electic furnace (RKEF) di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), dengan kapasitas produksi tahunan sebanyak 56 kilo ton NPI. Kapasitas ini kira-kira dua kali kapasitas smelter IMI. Smelter WMI diharapkan mulai beroperasi secara bertahap mulai kuartal keempat 2023

Sementara itu, IMI diperkirakan akan memproduksi hingga 11,2 kilo ton NPI di 2022F. HRUM akan menambah lini produksi bijih nikel lainnya di bawah PT Position, dengan perkiraan volume produksi sebesar 2,4 juta ton pada 2023. Volume produksi nickel pig iron HRUM diperkirakan akan mencapai sekitar 36.4 kilo ton di 2023, dan 14 kilo ton di antaranya berasal dari WMI.

“Kami memperkirakan 10% dari pendapatan HRUM di 2022 akan disumbang oleh segmen nikel, dan IMI serta NIC akan menyumbang sekitar 18% dari laba bersih HRUM di periode yang sama,” terangnya.

Baca Juga: Harga Batubara Masih Tinggi, Penjualan Emiten Mendaki

Dari kinerja saham, sejak awal tahun harga sahamnya turun 13,32%. Lukman menilai penurunan tersebut karena para investor masih melakukan aksi ambil untung akibat kenaikan saham HRUM dari tahun lalu atau kenaikannya mulai bulan September.

Dengan capaian kinerja yang positif, Lukman memperkirakan kinerja HRUM masih berpotensi untuk tumbuh. Apalagi hingga akhir tahun dapat menjadi sentimen positif yang juga dapat menarik minat para investor.

"Sehingga kami melihat saham HRUM dapat berpotensi mengalami kenaikan untuk sisa tahun 2022 ini yang didorong oleh kinerja yang positif menjelang akhir tahun, serta bisnis nikel yang sudah berjalan meskipun kami melihat harga nikel untuk sisa tahun 2022 ini belum akan mengalami kenaikan yang signifikan dan masih akan terjaga di atas US$ 20.000/ton," paparnya.

Lukman merekomendasikan beli untuk saham HRUM dengan target harga di Rp 2.470 per saham. Samuel Sekuritas juga merekomendasikan beli dengan target harga Rp 2.600 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×