kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.564   1,00   0,01%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Harga Aluminium Naik Rabu (15/1), Dipicu Ancaman Sanksi Eropa terhadap Logam Rusia


Rabu, 15 Januari 2025 / 21:09 WIB
Harga Aluminium Naik Rabu (15/1), Dipicu Ancaman Sanksi Eropa terhadap Logam Rusia
ILUSTRASI. Harga aluminium di London naik pada Rabu (15/1), didorong oleh kemungkinan pengetatan pasokan ke Uni Eropa jika blok tersebut memberlakukan larangan impor logam dari Rusia. REUTERS/Stringer


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga aluminium di London naik pada Rabu (15/1), didorong oleh kemungkinan pengetatan pasokan ke Uni Eropa jika blok tersebut memberlakukan larangan impor logam dari Rusia.

Melansir Reuters, kontrak aluminium tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,7% menjadi US$2.578 per ton dalam perdagangan resmi.

Reuters melaporkan pada Selasa (14/1) bahwa Komisi Eropa berencana mengusulkan larangan impor aluminium primer dari Rusia dalam paket sanksi ke-16 terhadap Rusia atas perang di Ukraina.

Baca Juga: Harga Tembaga Bertahan di Level Tertinggi Satu Bulan Selasa (14/1)

Kremlin memperingatkan bahwa langkah tersebut berisiko mengacaukan pasar global yang sudah rapuh.

Pada Selasa, harga aluminium sempat menyentuh US$2.602—level tertinggi sejak 16 Desember—sebelum turun kembali akibat tawaran dari produsen.

Pasokan dari Rusia hanya mencakup 6% dari kebutuhan impor aluminium primer Uni Eropa, menurut Alastair Munro, ahli strategi logam dasar senior di broker Marex.

"Jadi dampaknya tidak terlalu besar, dan jalur perdagangan kemungkinan akan bergeser," tambahnya.

Baca Juga: Prospek Harga Logam Industri Menantikan Kejelasan Kebijakan Trump

Perkembangan Logam Lain

Sementara itu, kontrak tembaga Comex AS tetap diperdagangkan dengan premi besar dibandingkan harga tembaga acuan LME, setelah kontrak AS mencatat kenaikan tajam karena ekspektasi tarif impor yang dijanjikan oleh Presiden AS terpilih, Donald Trump.

Tembaga LME turun 0,2% menjadi US$9.139 per ton dalam aktivitas resmi, sedangkan tembaga Comex AS naik 0,3% menjadi US$4,354 per pon, atau US$9.598,9 per ton.

Ini mencerminkan premi sebesar US$460 per ton dibandingkan tembaga LME, lebih rendah dari sekitar US$500 pekan lalu.

Menurut Citi dalam sebuah catatan, sejumlah harga komoditas AS memperkirakan peluang 45-55% penerapan tarif 10% secara umum atau tarif spesifik mineral kritis sebesar 10%.

Baca Juga: IEA Sebut Sanksi Terbaru AS akan Signifikan Mengganggu Pasokan Minyak Rusia

Di pasar logam LME lainnya:

Harga timbal turun 1,5% menjadi US$1.937 per ton, karena stok di gudang terdaftar LME naik ke level tertinggi sejak Desember, mencapai 239.000 ton setelah pengiriman 20.800 ton ke penyimpanan di Singapura.

Sementara, harga seng turun 1,2% menjadi US$2.828 per ton, timah jatuh 1,8% menjadi US$29.250 per ton, dan nikel turun 0,4% menjadi US$15.890 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×