kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Hadapi Penurunan Harga CPO Global, Simak Strategi Triputra Agro (TAGP)


Senin, 27 Maret 2023 / 20:45 WIB
ILUSTRASI. Perkuat kinerja, Triputra Agro Persada (TAPG) resmikan pabrik kelapa sawit baru di Kalimantan Tengah


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kelapa sawit (CPO) masih tertekan, meskipun kembali menguat pada perdagangan Senin (27/3). Meski begitu, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) optimis tertekannya harga tidak berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga CPO berada pada level MYR 3.577/ton pada Senin (27/3), atau naik dari posisi Jumat (24/3) di level MYR 3.512/ton. Meski begitu, harganya masih di bawah akhir Februari 2023 di level MYR 4.127/ton.

Sekretaris Perusahaan TAPG Joni Tjeng mengatakan, penurunan harga CPO saat ini sudah diantisipasi manajemen. Sebab, pihaknya melihat penurunan harga CPO lebih dikarenakan faktor eksternal karena adanya koreksi pada harga energi global serta soybean oil yang merupakan kompetitor harga CPO.

Meski begitu, diakuinya penurunan harga CPO global saat ini akan mempengaruhi kinerja TAPG. Apalagi, permintaan luar negeri dan tekanan EU terhadap Indonesia memang sedikit berdampak, ditambah lagi konsumen utama seperti China dan India yang masih memiliki banyak stok vegetable oil sehingga sedikit menurunkan permintaan akan ekspor.

Baca Juga: Perintis Triniti Properti (TRIN) Peroleh Pinjaman Rp 15 Miliar dari Pemegang Saham

Akan tetapi, Joni mengatakan hal tersebut dapat diakomodir permintaan dalam negeri. Pihaknya juga melihat pada kuartal I permintaan CPO masih berada dalam kondisi yang baik, sebagai contoh pada bidang energi yaitu program B-35 mulai berjalan dan pada bidang makanan, Indonesia yang akan merayakan Hari Raya Lebaran.

Maklum, sepanjang tahun 2022 seluruh penjualan TAPG berasal dari penjualan domestik sebesar Rp 9,34 triliun. Untuk mengatasi pelemahan harga CPO, perseroan akan fokus pada produksi dan manajemen biaya.

"Perseroan melakukan response dengan fokus pada produktivitas serta program control cost pada tahun 2023," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (27/3).

Adapun tahun ini TAPG menargetkan produksi CPO sebanyak 1,04 juta ton. Sementara untuk kontrol biaya dilakukan melalui penggunaan teknologi yang sesuai serta peningkatan berkelanjutan pada proses produksi CPO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×