kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Grup Mitra Adiperkasa (MAP) Bukukan Pendapatan Positif di Kuartal I-2023


Selasa, 02 Mei 2023 / 05:45 WIB
Grup Mitra Adiperkasa (MAP) Bukukan Pendapatan Positif di Kuartal I-2023


Reporter: Aris Nurjani | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Grup Mitra Adiperkasa (MAP) mencatatkan kenaikan pendapatan pada kuartal I/2023 yaitu: PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA), maupun PT MAP Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB). Namun mencatatkan penurunan laba pada kuartal I 2023. 

Adapun, MAPI mencetak pendapatan sebesar Rp 7,09 triliun pada kuartal I 2023. Angka ini naik 32,33% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,36 triliun.

Kenaikan penjualan didorong oleh penjualan eceran dan grosir sebesar Rp 7,09 triliun, komisi penjualan konsinyasi sebesar Rp 308,84 miliar. Selain itu pendapatan sewa dan jasa pemeliharaan sebesar Rp 26,19 miliar. 

Namun laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari MAPI mengalami penurunan 30,62% pada kuartal I 2023 menjadi Rp 404,55 miliar atau turun dari dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 583,16 miliar. 

Baca Juga: Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) Catat Pendapatan Rp 2,7 Triliun di Kuartal I 2023

VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group, Ratih D. Gianda, mengatakan naiknya pendapatan merupakan bentuk dari berkembangnya jangkauan terhadap pelanggan, efisiensi berbasis data, ekspansi berkelanjutan, dan keunggulan operasional.

Selain itu, pertumbuhan pendapatan juga didorong oleh dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini mendorong momentum penjualan menguat karena meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Pertumbuhan solid kami di kuartal I/2023 juga dikarenakan oleh efek low base dari kuartal I/2022 karena saat itu masih berada pada tahap awal pemulihan krisis Covid-19, dengan adanya kekhawatiran atas gelombang Omicron yang masih berlangsung,,” ujar Ratih dalam keterangan tertulis dikutip Senin (1/5). 

Penurunan laba juga dialami oleh emiten pengelola jaringan kafe Starbucks dan restoran Subway di Indonesia, yaitu MAPB yang mengalami penurunan pada laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar hingga 50,75% menjadi Rp 20,49 miliar dibandingkan pada periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 41,62 miliar.

Padahal MAPB mencatatkan penjualan sebesar Rp 956,82 miliar pada kuartal I 2023, angka tersebut naik 34,83% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 709,61 miliar.

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Map Aktif (MAPA) Melonjak Puluhan Persen di Kuartal I-2023

Adapun, kenaikan penjualan MAPB didorong dari segmen minuman sebesar Rp 571,13 miliar, makanan sebesar Rp 325,36 miliar, dan lain-lainnya sebesar Rp 61,33 miliar. 




TERBARU

[X]
×