kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Green Sukuk Berpotensi Mempercepat Pengembangan Energi Surya di Indonesia


Rabu, 11 Maret 2026 / 14:45 WIB
Green Sukuk Berpotensi Mempercepat Pengembangan Energi Surya di Indonesia


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Indonesia memiliki potensi energi surya lebih dari 3.000 gigawatt (GW), salah satu yang terbesar di dunia. Namun, pemanfaatannya masih terbatas.

Di tengah kebutuhan investasi energi bersih untuk mendukung target dekarbonisasi, skema pembiayaan inovatif seperti green sukuk ddapat menjadi instrumen penting untuk mempercepat pengembangan energi surya di dalam negeri.

Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kementerian Keuangan, Deni Ridwan mengatakan, pemerintah terus mengoptimalkan berbagai instrumen fiskal untuk mendukung pembangunan ekonomi hijau, termasuk melalui pengembangan pembiayaan syariah.

Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu pionir penerbitan green sukuk di pasar global untuk membiayai berbagai proyek ramah lingkungan, mulai dari energi terbarukan hingga transportasi rendah karbon.

“Proyek yang didukung green sukuk telah berkontribusi pada penurunan emisi karbon lebih dari 10 juta ton CO2,” ujar dia, dalam keterangannya, Selasa (10/3). 

Baca Juga: Penawaran Sukuk Ritel SR024 Resmi Dibuka, Bank Optimistis Serapan Dana Capai Target

Sementara itu, Direktur Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur menilai ,agenda transisi energi juga sejalan dengan nilai keagamaan. Ia menyebut instrumen keuangan sosia,l syariah seperti wakaf memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Direktur Jasa Keuangan Sosial Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dwi Irianti Hadiningdyah menambahkan, pengembangan energi surya dapat diperkuat melalui skema blended financing yang menggabungkan sukuk dengan instrumen sosial syariah seperti zakat dan wakaf.

Ia memperkirakan, potensi zakat nasional mencapai Rp 327 triliun per tahun. Sementara potensi wakaf uang sekitar Rp 180 triliun yang dapat dimobilisasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk energi terbarukan.

Di sisi lain, Tenaga Ahli Deputi Bidang Pengembangan Koperasi Kementerian Koperasi, Roy Abimanyu menilai ,pengembangan energi terbarukan di tingkat desa dapat memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat.

Salah satu proyek percontohan pembangkit energi surya berbasis microgrid rencananya akan dibangun di Pulau Sembur, Kepulauan Riau, untuk mendukung kebutuhan listrik rumah tangga dan aktivitas ekonomi produktif warga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×