kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.002   43,00   0,24%
  • IDX 5.887   -15,19   -0,26%
  • KOMPAS100 780   -2,58   -0,33%
  • LQ45 590   0,65   0,11%
  • ISSI 202   0,02   0,01%
  • IDX30 336   1,07   0,32%
  • IDXHIDIV20 417   3,33   0,81%
  • IDX80 88   -0,09   -0,10%
  • IDXV30 111   0,36   0,33%
  • IDXQ30 109   1,08   1,00%

Millennium Pharmacon (SDPC) Incar Penjualan Tumbuh Dua Digit di 2026, Ini Pemicunya


Kamis, 11 Juni 2026 / 14:01 WIB
Millennium Pharmacon (SDPC) Incar Penjualan Tumbuh Dua Digit di 2026, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. PT Millennium Pharmacon International Tbk (Dok/SDPC)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten di sektor distribusi farmasi dan alat kesehatan, PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) mampu mempertahankan sertifikasi internasional ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Pencapaian ini diperoleh setelah perusahaan melewati proses audit surveilan eksternal yang dilakukan secara independen oleh lembaga sertifikasi internasional. Audit ISO 9001:2015 dilaksanakan oleh PT BSI Group Indonesia (BSI), sementara audit ISO 37001:2016 dilaksanakan oleh PT TSI Sertifikasi Internasional (TSI).

Baca Juga: Danantara Mulai Pasarkan Obligasi Dolar AS, Tawarkan Yield Hingga 6,3%

Direktur Utama SDPC Imam Fathorrahman mengatakan pencapaian tersebut juga menjadi modal penting bagi perusahaan dalam memperluas kerja sama strategis dengan principal nasional maupun global, sekaligus mendukung pertumbuhan industri kesehatan Indonesia yang berkelanjutan.

“Kepercayaan yang diberikan oleh principal, pelanggan, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan aset yang paling berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, kami akan terus memastikan bahwa setiap langkah pertumbuhan perusahaan selalu didasarkan pada kualitas, kepatuhan, dan integritas yang berkelanjutan,” kata Imam di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Dari sisi kinerja, Imam memproyeksikan kinerja penjualan SDPC mampu tumbuh double digit di tahun 2026. Optimisme tersebut didorong oleh masih besarnya kebutuhan obat dan alat kesehatan di Indonesia yang memerlukan dukungan sistem distribusi.

Imam bilang berdasarkan sejumlah survei di bidang kesehatan, nilai belanja obat nasional diperkirakan mencapai lebih dari Rp 160 triliun. Besarnya pasar tersebut membuka peluang bagi perusahaan distribusi untuk terus memperluas layanan dan meningkatkan kinerja usaha.

"Kita sama-sama sepakat dengan para stakeholder menargetkan (kinerja penjualan) double digit di tahun ini dan mudah-mudahan itu bisa tercapai karena kebutuhan yang sangat tinggi," jelasnya.

SDPC juga melihat peluang perluasan jaringan distribusi masih sangat besar, seiring dengan upaya perusahaan mempercepat transformasi digital.

"Otomasi maupun kecerdasan buatan menjadi strategi yang juga sedang kita bangun untuk membuat eskalasi strategi yang lebih cepat," ucapnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp 24.000, Saatnya Beli atau Tunggu Harga Lebih Murah?

SDPC juga sedang membangun gudang pusat terintegrasi baru dengan kapasitas sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan fasilitas yang dimiliki saat ini. Perusahaan mengalokasikan investasi sekitar Rp 100 miliar untuk proyek tersebut yang seluruhnya berasal dari dana internal.

Keberadaan gudang baru itu diharapkan dapat memperluas kapasitas distribusi sekaligus membuka peluang pengembangan portofolio bisnis. Adapun fasilitas tersebut akan beroperasi penuh pada Juli 2026 mendatang.

"Memang saat ini kekuatan kita masih di segmen produk ethical, tapi ada potensi di produk OTC dan FMCG serta alat medis. Jadi sangat luas dan semoga kita bisa mengambil portofolio tersebut," tuturnya.

Berdasarkan kinerja kuartal I-2026, SDPC mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,01 triliun atau naik 3,85% yoy dibandingkan Rp 980 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, dari sisi laba bersih, perusahaan mencatat koreksi tipis sebesar 2,22% yoy menjadi Rp 10,10 miliar dari sebelumnya Rp 10,33 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×